'/>
Showing posts with label Trik. Show all posts
Showing posts with label Trik. Show all posts

Wednesday, February 29, 2012

TRIK-TRIK KIMIA

Bakar Roko dengan Air
Bahan-bahan yang digunakan
  • Gliserin 1 gelas kecil (tidak berwarna)
  • Amoniak Padat beberapa butir kecil
  • Rokok
pembuatan
  • Korek sedikit tembakau pada ujung rokok
  • Sumbat ujung rokok yang telah dikorek menggunakan butiran amoniak.
  • Celup jari anda ke dalam gliserin atau menggunakan suatu benda kemudian oleskan sedikit pada amonik yang terdapat pada ujung rokok
  • Hasilnya rokok akan menyala seolah-olah dibakar menggunakan air.
Air berubah warna
Bahan :
  • Iodium tenktur (berwarna biru)
  • Gliserin (tidak berwarna)
  • Formalin (tidak berwarna)
  • Air (tidak berwarna)
  • Asam benzoat (tidak berwarna)
Alat :
  • Gelas kimia
  • Sarung tangan
  • Kacamata
Pembuatan
  • Campurkan asam benzoat ke dalam air
  • Air akan berwarna merah
  • Campurkan gliserin ke dalam iodium tenktur, akan berwarna hijau
Catatan: jika bahan-bahan yang diatas dicampur secara acak maka warnanya akan berubah-ubah.
Memunculkan huruf di tangan dari kertas yang terbakar
Alat dan bahan
Sabun
Kertas
Korek api, dll yang diperlukan.
Langkah kerja:
  • Tuliskan satu kata pada telapak tangan (misalnya KIMIA) menggunakan sabun, tunggu beberapa saat hingga mengering.
  • Tulis pula pada kertas menggunakan spidol atau apa saja yang penting bisa di baca dengan kata yang sama di telapak tangan tadi yakni KIMIA.
  • Bakar kertas yang ada tulisan tersebut kemudian gosoklah abu hasil pembakaran ini pada telapak tangan yang ditulis menggunakan sabun.
  • Setelah beberapa saat tulisan tersebut akan muncul pada telapak tangan anda.
jika hal ini dilkakukan secara cermat atau telah di atur skenarionya pasti sangat menarik walaupun sangat sederhana, apalagi orang yang menonton belum mengerti hal tersebut.

Monday, October 10, 2011

Import Excel ke Access

Misalkan ada tabel excel yang datanya seperti gambar dibawah ini

 

Dan data-data diatas akan di import ke tabel yang ada di database access tapi dengan menggunakan interface Visual Basic, perhatikan contoh yang saya buat dibawah ini



Designlah form nya seperti gambar dibawah ini

 

Pada saat dijlankan, apabila commandbutton Cari File Excel diklik akan terbuka seperti gambar dibawah ini 
 

Dan selanjutnya semua data yg ada pada tabel di excel akan ditampung dalam datagrid
 

Lalu setelah di pilih commandbutton Import to Access maka semua data yg tampil pada datagrid akan di import ke tabel access, dan hasilnya responya setalah tombol ini dipilih seperti gambar dibawah ini :

 

Berikut ini, adalah kode-kode yang diperlukan utk proses diatas



'---koneksi utk access
Dim conn As New Connection

'---koneksi utk excel
Dim connXls As New Connection

'---recordset utk menampung data excel
Dim rsXls As New Recordset

'---recordset utk mengimport data excel
'---yg ditampung oleh recordset rsXls

Dim rsImport As New Recordset

'---recordset yg menerima/menyimpan data excel
Dim rsSaveToDatabase As New Recordset

Private Sub Form_Load()
     conn.Provider = "Microsoft.Jet.OleDB.4.0"

     conn.Open App.Path & "\Northwind.mdb"
     rsSaveToDatabase.CursorLocation = adUseClient
     rsSaveToDatabase.Open "Customers", conn, adOpenDynamic, adLockOptimistic
End Sub

Private Sub cmdCariFileExcel_Click()
     Dim FileExcel As String
 
     '---cari file excel dgn commondialog---'
     CommonDialog1.DialogTitle = "Excel File"
     CommonDialog1.Filter = "Excel (*.xls)|*.xls"
     CommonDialog1.InitDir = App.Path
     CommonDialog1.ShowOpen
     FileExcel = CommonDialog1.FileName
 
     '---kalo tombol cancel dipilih keluar prosedur
     If FileExcel = "" Then Exit Sub
 
     '---buka file excel kedalam recordset---'
        connXls.Open "Provider=Microsoft.Jet.OleDB.4.0;" & _
                            "Data Source=" & FileExcel & ";" & _
                            " Extended Properties=Excel 8.0;"
 
        rsXls.CursorLocation = adUseClient
        rsXls.Open "SELECT * FROM [Customers]", connXls
 
        '---hitung jumlah semua field yg ada
        kolom = rsXls.Fields.Count - 1
 
        '---recordset buatan utk menampung data excel
        For i = 0 To kolom
           rsImport.Fields.Append rsXls.Fields(i).Name, adVarChar, 255
        Next
 
        rsImport.CursorLocation = adUseClient
        Set rsImport = rsXls.Clone
 
        '---tampilkan data excel ke datagrid melalui recordset buatan
        Set DataGrid1.DataSource = rsImport
End Sub

Private Sub cmdImportToAccess_Click()
     rsImport.MoveFirst
 
     '---hitung jumlah baris/data yg ada pd recordset buatan
     Row = rsImport.RecordCount - 1
 
     '---hitung jumlah semua field yg ada
     kolom = rsImport.Fields.Count - 1

 
     '---masukkan satu persatu data yg ada pd recodset buatan
     '---ke tabel database access

     For j = 0 To Row
        rsSaveToDatabase.AddNew
        For k = 0 To kolom
           rsSaveToDatabase(k) = rsImport(k)
        Next
        rsSaveToDatabase.Update
        rsImport.MoveNext
     Next
 
     MsgBox "Ada " & rsSaveToDatabase.RecordCount & " data yang di import"
End Sub

Keterangan : File Excel harus sudah dibuat terlebih dahulu dengan menggunakan Microsoft Office 2003 dan sudah ada datanya seperti gambar pertama.

Friday, July 22, 2011

KAIDAH PENULISAN SOAL PILIHAN GANDA

  1. 1.  Soal harus sesuai dengan indikator
Indikator : Siswa dapat menentukan luas persegi panjang bila diketahui kelilingnya dan perbandingan antara panjang dan lebarnya
Contoh soal yang tidak sesuai indikator
Panjang suatu persegi panjang 2 cm lebih dari lebarnya. Jika luasnya 24 cm2, maka kelilingnya adalah …
  1. 10 cm                           c.   20 cm
  2. 11 cm                           d.   22 cm
Penjelasan:
Contoh di atas tidak sesuai dengan indikator, karena hal yang ditanyakan adalah tentang keliling persegi panjang, sedangkan indikator menuntut soal tentang luas persegi panjang.
Contoh soal yang sesuai indikator
Panjang suatu persegi panjang 3 cm lebih dari lebarnya. Jika kelilingnya 30 cm, maka luasnya adalah …
  1. 50 cm2 c.   54 cm2
  2. 51 cm2 d.   60 cm2
  1. 2.  Pilihan jawaban harus homogen dan logis
Contoh soal yang kurang baik
Nama-nama bangun di bawah ini yang hanya mempunyai dua buah sumbu simetri adalah …
  1. persegi                           c.  persegi panjang
  2. jajar genjang                 d.  segitiga samakaki
Penjelasan :
Pada contoh di atas, pilihan jawaban d tidak homogen dari segi materi, karena merupakan segitiga, sedangkan pilihan jawaban lain merupakan segi empat.
Contoh soal yang lebih baik
Nama-nama bangun di bawah ini yang hanya mempunyai dua buah sumbu simetri adalah …
  1. persegi                           c.   persegi panjang
  2. jajar genjang                 d.   trapesium
  1. 3.  Hanya ada satu kunci jawaban yang paling tepat
Contoh soal yang kurang baik
Berikut ini yang merupakan jaring-jaring kubus adalah …
  1. c.
  1. d.
Penjelasan :
Contoh soal di atas kurang baik karena terdapat dua pilihan jawaban yang benar, yaitu A dan C. Hal ini dapat membingungkan siswa dalam menentukan kunci jawaban.
Soal yang lebih baik
Berikut ini yang merupakan jarring-jaring kubus adalah …
  1. c.




  1. d.
  1. 4.  Pokok soal dirumuskan dengan singkat, jelas, dan tegas
Contoh soal yang kurang baik.
Akar-akar persamaan  adalah x1 dan x2. Nilai  adalah …
  1. –3                                c.   2
  2. –2                                d.   3
KUNCI : A dan D
Penjelasan :
Penjelasan yang ditanyakan pada pokok soal di atas tidak tegas sehingga akan membingungkan siswa dalam menentukan kunci jawaban
Contoh soal yang lebih baik.
Akar-akar persamaan  adalah x1 dan x2, dengan .  Nilai  adalah …
  1. –3                                c.   2
  2. –2                                d.   3
  1. 5.  Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban merupakan pernyataan yang diperlukan
Contoh soal yang kurang baik
Budi mengendarai sepeda setiap hari Minggu mengitari lapangan. Roda sepeda tersebut berdiameter 70 cm dan berputar sebanyak 50 kali. Panjang lintasan yang dilalui sepeda itu adalah …
  1. 7.700 m                       c.   220 m
  2. 3.850 m                       d.   110 m
Penjelasan :
Rumus pokok soal di atas berlebihan, karena ada bagian yang tidak diperlukan. Hal ini akan menyita waktu yang disediakan.
Contoh soal yang lebih baik
Roda sebuah sepeda yang berdiameter 70 cm berputar sebanyak 50 kali. Panjang lintasan yang dilalui sepeda itu adalah …
  1. 7.700 m                       c.   220 m
  2. 3.850 m                       d.   110 m
  1. 6.  Pokok soal tidak memberi petunjuk ke kunci jawaban.
Contoh soal yang kurang baik
Segitiga sama sisi mempunyai tiga sudut yang sama besar. Jika salah satu sudutnya 600, maka besar sudut yang lain adalah …
  1. 300 c.   600
  2. 450 d.   900
Penjelasan :
Contoh soal di atas kurang baik karena pada pokok soal terdapat petunjuk ke arah jawaban yang benar yaitu kata “mempunyai tiga sudut yang sama besar”.
Contoh soal yang lebih baik.
Besar setiap sudut segitiga sama sisi adalah …
  1. 300 c.   600
  2. 450 d.   900
  1. 7.  Pokok soal tidak menggunakan pernyataan yang bersifat negatif ganda
Contoh soal yang kurang baik
Bilangan berikut ini bukan bilangan prima, kecuali adalah …
  1. 1                                  c.   6
  2. 2                                  d.   9
Keterangan :
Pokok soal yang menggunakan pernyataan yang bersifat negatif ganda (kata bukankecuali, dan sejenisnya) dapat membingungkan siswa
Contoh soal yang lebih baik
Bilangan berikut merupakan bilangan prima, kecuali
  1. 1                                  c.   3
  2. 2                                  d.   5
  1. 8.  Gambar / grafik / tabel / diagram dan sejenisnya jelas dan berfungsi
Contoh soal yang kurang baik
Perhatikan gambar di samping!
Bila diameter lingkaran 14 cm maka luas juring POQ adalah …
  1. 10,5 cm2
  2. 14 cm2
  3. 24,5 cm2
  4. 38,5 cm2
Contoh soal yang lebih baik
Perhatikan gambar di samping!
Bila diameter lingkaran 14 cm maka luas daerah yang diarsir adalah …
  1. 10,5 cm2
  2. 14 cm2
  3. 105 cm2
  4. 129,5 cm2
9. Panjang pilihan jawaban relatif sama.
Contoh soal yang kurang baik
Sifat persegi yang tidak dimiliki oleh persegi panjang adalah …
  1. sisi-sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang
  2. diagonal-diagonalnya saling berpotongan dan membagi dua sama panjang serta saling tegak lurus
  3. semua sudutnya siku-siku
  4. kedua diagonalnya sama panjang
Contoh soal yang baik
Sifat persegi yang tidak dimiliki oleh persegi panjang adalah …
  1. sisi-sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang
  2. diagonal-diagonalnya saling berpotongan dan tegak lurus
  3. semua sudutnya siku-siku
  4. kedua diagonalnya sama panjang
10. Pilihan jawaban tidak menggunakan pernyataan yang berbunyi “Semua jawaban diatas salah”. Atau berbunyi “Semua jawaban diatas benar”.
Contoh soal yang kurang baik
Faktor persekutuan terbesar (FPB) dari 15 dan 56 adalah …
  1. tidak ada
  2. 2
  3. 840
  4. semua jawaban di atas salah
Penjelasan
Contoh soal di atas kurang baik karena hanya terdapat tiga pilihan jawaban saja yang di pertimbangkan. Jika semua jawaban diatas salah merupakan kunci, maka kita tidak mendapatkan informasi apakah siswa telah mengetahui faktor persekutuan terbesar dari dua bilangan.
Contoh soal yang lebih baik
Faktor persekutuan terbesar (FPB) dari 15 dan 56 adalah …
  1. tidak ada                      c.   2
  2. 1                                  d.   840
11. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu disusun berdasarkan urutan besar kecilnya angka atau kronologinya.
Contoh soal yang kurang baik
Suatu pekerjaan dapat diselesaikan oleh 18 orang selama 16 hari. Banyak tenaga kerja yang haris ditambah agar pekerjaan itu selesai dalam waktu 12 hari adalah …
  1. 12 orang                       c.   24 orang
  2. 18 orang                       d.   6 orang
Penjelasan :
Pilihan jawaban di atas tidak berurutan dari kecil ke besar atau sebaliknya. Hal ini akan menyita waktu yang disediakan.
Contoh soal yang lebih baik
Suatu pekerjaan dapat diselesaikan oleh 18 orang selama 16 hari. Banyak tenaga kerja yang haris ditambah agar pekerjaan itu selesai dalam waktu 12 hari adalah …
  1. 6 orang                         c.   18 orang
  2. 12 orang                       d.   24 orang
12. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya
Soal yang kurang baik
  1. Gambar di samping adalah gambar sebidang tanah.Luas daerah yang diarsir adalah …
  2. 200 m2
  3. 120 m2
  4. 118 m2
  5. 82 m2
  6. Bila daerah yang diarsir pada soal nomor 1 akan ditanami rumput dengan biaya Rp 25.000,00 setiap m2, maka biaya yang diperlukan adalah  …
  7. Rp 5.000.000,00
  8. Rp 3.000.000,00
  9. Rp 2.950.000,00
  10. Rp 2.050.000,00
Penjelasan :
Pada soal nomor 2 siswa diminta menghitung biaya yang diperlukan untuk menanam rumput. Untuk menghitung biaya tersebut terlebih dahulu harus menghitung luas segitiga PQR (soal nomor 1). Jika siswa tidak dapat mneghitung luas daerah yang diarsir , maka siswa tidak akan dapat mengerjakan soal nomor 2. Hal ini sangat merugikan siswa.
13. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia
Contoh soal yang kurang baik
Harga 3 buah buku Rp 1.500,-. Berapakah harga 7 buah buku?
  1. Rp 3.000,-                   c.   Rp 3.700,-
  2. Rp 3.500,-                   d.   Rp 4.000,-
Penjelasan :
Soal di atas kurang baik, karena dalam menuliskan harga tidak menggunakan kaidah bahasa Indonesia.
Contoh soal yang lebih baik
Harga 3 buah buku Rp 1.500,00. Berapakah harga 7 buah buku?
  1. Rp 3.000,00                c.   Rp 3.700,00
  2. Rp 3.500,00                d.   Rp 4.000,00
14. Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat.
Contoh soal yang kurang baik
Seorang pedagang membeli 25 gantang beras dengan harga Rp 2.500,00 per liter. Pedagang tersebut mengeluarkan biaya transportasi Rp 2.500,00 dan upah angkut Rp 2.500,00. Bila ia memperoleh untung Rp 20.000,00, maka harga jual tiap liternya adalah …
  1. Rp 2.900,00                c.   Rp 3.300,00
  2. Rp 3.000,00                d.   Rp 3.900,00
Penjelasan :
Istilah gantang yang terdapat pada pokok soal di atas hanya berlaku pada daerah yang artinya gantang sama dengan 2 liter. Bila soal ini diberikan ke daerah lain mungkin akan menimbulkan penafsiran lain.
Contoh soal yang lebih baik
Seorang pedagang membeli 50 liter beras dengan harga Rp 2.500,00 per liter. Pedagang tersebut mengeluarkan biaya transportasi Rp 2.500,00 dan upah angkut Rp 2.500,00. Bila ia memperoleh untung Rp 20.000,00, maka harga jual tiap liternya adalah …
  1. Rp 3.000,00                c.   Rp 3.700,00
  2. Rp 3.500,00                d.   Rp 4.000,00
15. Pilihan jawaban tidak mengulang kata/kelompok kata yang sama.
Contoh soal yang kurang baik
Diketahui segienam beraturan PQRSTU, diagonal PS, UR, dan QT berpotongan di titik O. Bila segienam tersebut diputar 1800 dengan pusat O, maka …
  1. titik Q menempati titik S
  2. titik Q menempati titik U
  3. titik Q menempati titik T
  4. titik Q menempati titik P
Penjelasan :
Contoh soaldi atas kurang baik karena pada pilihan jawaban terdapat kelompok kata yang berulang. Hal ini akan menyita sebagian waktu yang disediakan.
Contoh soal yang lebih baik
Diketahui segienam beraturan PQRSTU, diagonal PS, UR, dan QT berpotongan di titik O. Bila segienam tersebut diputar 1800 dengan pusat O, maka titik Q menempati …
  1. titik S                           c.   titik T
b.        titik U                          d.   titik P

Trik memulai menulis PTK dengan cepat

Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research)

A. PENGERTIAN
Classroom action research (CAR) adalah action research yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Action research pada hakikatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan- …”, yang dilakukan secara siklik, dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah itu terpecahkan. Ada beberapa jenis action research, dua di antaranya adalah individual action research dan collaborative action research (CAR). Jadi CAR bisa berarti dua hal, yaitu classroom action research dan collaborative action research; dua-duanya merujuk pada hal yang sama.
Action research termasuk penelitian kualitatif walaupun data yang dikumpulkan bisa saja bersifat kuantitatif. Action research berbeda dengan penelitian formal, yang bertujuan untuk menguji hipotesis dan membangun teori yang bersifat umum (general). Action research lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja, sifatnya kontekstual dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi. Namun demikian hasilaction research dapat saja diterapkan oleh orang lain yang mempunyai latar yang mirip dengan yang dimliki peneliti.
Perbedaan antara penelitian formal dengan classroom action research disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 1. Perbedaan antara Penelitian Formal dengan Classroom Action Research
Penelitian Formal Classroom Action Research
Dilakukan oleh orang lain Dilakukan oleh guru/dosen
Sampel harus representatif Kerepresentatifan sampel tidak diperhatikan
Instrumen harus valid dan reliabel Instrumen yang valid dan reliabel tidak diperhatikan
Menuntut penggunaan analisis statistik Tidak diperlukan analisis statistik yang rumit
Mempersyaratkan hipotesis Tidak selalu menggunakan hipotesis
Mengembangkan teori Memperbaiki praktik pembelajaran secara langsung

B. MODEL – MODEL ACTION RESEARCH
Model Kurt Lewin menjadi acuan pokok atau dasar dari berbagai model action research, terutama classroom action research. Dialah orang pertama yang memperkenalkan action research. Konsep pokok action research menurut Kurt Lewin terdiri dari empat komponen, yaitu : (1) perencanaan (planning), (2) tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Hubungan keempat komponen itu dipandang sebagai satu siklus.
Model Kemmis & Taggart merupakan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalkan Kurt lewin seperti yang diuraikan di atas, hanya saja komponen acting dan observing dijadikan satu kesatuan karena keduanya merupakan tindakan yang tidak terpisahkan, terjadi dalam waktu yang sama

C. MASALAH CAR
Berikut ini merupakan hal-hal yang perlu dipertimbangkan pada saat menentukan masalah CAR.

1. Banyaknya Masalah yang Dihadapi Guru
Setiap hari guru mengahadapi banyak masalah, seakan-akan masalah itu tidak ada putus-putusnya. Oleh karena itu guru yang tidak dapat menemukan masalah untuk CAR sungguh ironis. Merenunglah barang sejenak, atau ngobrollah dengan teman sejawat, Anda akan segera menemukan kembali seribu satu masalah yang telah merepotkan Anda selama ini.

2. Tiga Kelompok Masalah Pembelajaran
Masalah pembelajaran dapat digolongkan dalam tiga kategori, yaitu (a) pengorganisasian materi pelajaran, (b) penyampaian materi pelajaran, dan (c) pengelolaan kelas. Jika Anda berfikir bahwa pembahasan suatu topik dari segi sejarah dan geografi secara bersama-sama akan lebih bermakna bagi siswa daripada pembahasan secara sendiri-sendiri, Anda sedang berhadapan dengan masalah pengorganisasian materi. Jika Anda suka dengan masalah metode dan media, sebenarnya Anda sedang berhadapan dengan masalah penyampaian materi. Apabila Anda menginginkan kerja kelompok antar siswa berjalan dengan lebih efektif, Anda berhadapan dengan masalah pengelolaan kelas. Jangan terikat pada satu kategori saja; kategori lain mungkin mempunyai masalah yang lebih penting.

3. Masalah yang Berada di Bawah Kendali Guru
Jika Anda yakin bahwa ketiadaan buku yang menyebabkan siswa sukar membaca kembali materi pelajaran dan mengerjakan PR di rumah, Anda tidak perlu melakukan CAR untuk meningkatkan kebiasaan belajar siswa di rumah. Dengan dibelikan buku masalah itu akan terpecahkan, dan itu di luar kemampuan Anda. Dengan perkataan lain yakinkan bahwa masalah yang akan Anda pecahkan cukup layak (feasible), berada di dalam wilayah pembelajaran, yang Anda kuasai. Contoh lain masalah yang berada di luar kemampuan Anda adalah: Kebisingan kelas karena sekolah berada di dekat jalan raya.

4. Masalah yang Terlalu Besar
Nilai UAN yang tetap rendah dari tahun ke tahun merupakan masalah yang terlalu besar untuk dipercahkan melalui CAR, apalagi untuk CAR individual yang cakupannya hanya kelas. Faktor yang mempengaruhi Nilai UAN sangat kompleks mencakup seluruh sistem pendidikan. Pilihlah masalah yang sekiranya mampu untuk Anda pecahkan.

5. Masalah yang Terlalu Kecil
Masalah yang terlalu kecil baik dari segi pengaruhnya terhadap pembelajaran secara keseluruhan maupun jumlah siswa yang terlibat sebaiknya dipertimbangkan kembali, terutama jika penelitian itu dibiayai oleh pihak lain. Sangat lambatnya dua orang siswa dalam mengikuti pelajaran Anda misalnya, termasuk masalah kecil karena hanya menyangkut dua orang siswa; sementara masih banyak masalah lain yang menyangkut kepentingan sebagian besar siswa.

6. Masalah yang Cukup Besar dan Strategis
Kesulitan siswa memahami bacaan secara cepat merupakan contoh dari masalah yang cukup besar dan strategis karena diperlukan bagi sebagian besar mata pelajaran. Semua siswa memerlukan keterampilan itu, dan dampaknya terhadap proses belajar siswa cukup besar. Sukarnya siswa berkonsentrasi dalam mengikuti pelajaran, dan ketidaktahuan siswa tentang meta belajar (belajar bagaimana belajar) merupakan contoh lain dari masalah yang cukup besar dan strategis. Dengan demikian pemecahan masalah akan memberi manfaat yang besar dan jelas.

7. Masalah yang Anda Senangi
Akhirnya Anda harus merasa memiliki dan senang terhadap masalah yang Anda teliti. Hal itu diindikasikan dengan rasa penasaran Anda terhadap masalah itu dan keinginan Anda untuk segera tahu hasil-hasil setiap perlakukan yang diberikan.

8. Masalah yang Riil dan Problematik
Jangan mencari-cari masalah hanya karena Anda ingin mempunyai masalah yang berbeda dengan orang lain. Pilihlah masalah yang riil, ada dalam pekerjaan Anda sehari-hari dan memang problematik (memerlukan pemecahan, dan jika ditunda dampak negatifnya cukup besar).

9. Perlunya Kolaborasi
Tidak ada yang lebih menakutkan daripada kesendirian. Dalam collaborative action reseach Anda perlu bertukar fikiran dengan guru mitra dari mata pelajaran sejenis atau guru lain yang lebih senior dalam menentukan masalah.

D. IDENTIFIKASI, PEMILIHAN, DESKRIPSI, DAN RUMUSAN MASALAH

1. Identifikasi Masalah
Dalam mengidentifikasikan masalah, Anda sebaiknya menuliskan semua masalah yang Anda rasakan selama ini.

2. Pemilihan Masalah
Anda tidak mungkin memecahkan semua masalah yang teridentifikasikan itu secara sekaligus, dalam suatu action research yang berskala kelas. Masalah-masalah itu berbeda satu sama lain dalam hal kepentingan atau nilai strategisnya. Masalah yang satu boleh jadi merupakan penyebab dari masalah yang lain sehingga pemecahan terhadap yang satu akan berdampak pada yang lain; dua-duanya akan terpecahkan sekaligus. Untuk dapat memilih masalah secara tepat Anda perlu menyusun masalah-masalah itu berdasarkan kriteria tersebut: tingkat kepentingan, nilai strategis, dan nilai prerekuisit. Akhirnya Anda pilih salah satu dari masalah-masalah tersebut, misalnya “Siswa tidak dapat melihat hubungan antara mata pelajaran yang satu dengan yang lain.”

3. Deskripsi Masalah
Setelah Anda memilih salah satu masalah, deskripsikan masalah itu serinci mungkin untuk memberi gambaran tentang pentingnya masalah itu untuk dipecahkan ditinjau dari pengaruhnya terhadap pembelajaran secara umum maupun jumlah siswa yang terlibat.
Contoh: “Jika diberi pelajaran dengan pendekatan terpadu antara geografi, ekonomi, dan sejarah siswa merasa sukar mentransfer keterampilan dari satu pelajaran ke pelajaran lain. Pelajaran yang saya berikan adalah geografi, tetapi saya sering mengaitkan pembahasan dengan mata pelajaran lain seperti ekonomi dan sejarah. Ketika saya minta siswa mengemukakan hipotesis tentang pengaruh Danau Toba terhadap perkembangan ekonomi daerah, siswa terasa sangat bingung; padahal mereka telah dapat mengemukakan hipotesis dengan baik dalam mata pelajaran geografi. Saya khawatir siswa hanya menghafal pada saat dilatih mengemukakan hipotesis. Padahal dalam kehidupan sehari-hari keterampilan berhipotesis harus dapat diterapkan di mana saja dan dalam bidang studi apa saja. Pada hakikatnya setiap hari kita mengemukakan hipotesis. Ketidakbisaan siswa itu terjadi sepanjang tahun, tidak hanya pada permulaan tahun ajaran. Kelihatannya semua siswa mengalami hal yang sama, termasuk siswa yang cerdas. Guru lain ternyata juga mengalami hal yang sama, siswanya sukar mentransfer suatu keterampilan ke mata pelajaran lain.”

4. Rumusan Masalah
Setelah Anda memilih satu masalah secara seksama, selanjutnya Anda perlu merumuskan masalah itu secara komprehensif dan jelas. Sagor (1992) merinci rumusan masalah action researchmenggunakan lima pertanyaan:
1. Siapa yang terkena dampak negatifnya?
2. Siapa atau apa yang diperkirakan sebagai penyebab masalah itu?
3. Masalah apa sebenarnya itu?
4. Siapa yang menjadi tujuan perbaikan?
5. Apa yang akan dilakukan untuk mengatasi hal itu? (tidak wajib, merupakan hipotesis tindakan).

Contoh rumusan masalah:
  • Siswa di SLTP-X tidak dapat melihat hubungan antara mata pelajaran yang satu dengan yang lain di sekolah (Ini menjawab pertanyaan 1 dan 3)
  • Grup action research percaya bahwa hal ini merupakan hasil dari jadwal mata pelajaran dan cara guru mengajarkan materi tersebut (Ini menjawab pertanyaan 2)
  • Kita menginginkan para siswa melihat relevansi kurikulum sekolah, mengapresiasi hubungan antara disiplin-disiplin akademis, dan dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam satu mata pelajaran untuk pemecahan masalah dalam mata pelajaran lain (Ini menjawab pertanyaan 4)
  • Oleh karena itu kita merencanakan integrasi pembelajaran IPA, matematika, bahasa, dan IPS dalam satuan pelajaran interdisiplin berjudul Masyarakat dan Teknologi (Ini manjawab pertanyaan 5)
Contoh pertanyaan penelitian:
1. Kesulitan apa yang dialami siswa dalam mentransfer keterampilan dari satu mata pelajaran satu ke mata pelajaran lain?
2. Apakah siswa dapat mentrasfer keterampilan lebih mudah antara dua mata pelajaran yang disukai?
3. Apa yang menyebabkan siswa menyukai suatu mata pelajaran?
4. Apakah ada perbedaan antara prestasi belajar siswa yang belajar dalam kelas mata pelajaran multidisiplin dibandingkan dengan mereka yang dalam kelas mata pelajaran tunggal?

E. KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

1. Kajian Teori
Dalam membuat rumusan masalah di atas sebenarnya Anda telah melakukan “analisis penyebab masalah” sekaligus membuat “hipotesis tindakan” yang akan diberikan untuk memecahkan masalah tersebut. Untuk melakukan analisis secara tajam dan menjustifikasi perlakuan yang akan diberikan, Anda perlu merujuk pada teori-teori yang sudah ada. Tujuannya sekedar meyakinkan bahwa apa yang Anda lakukan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Dalam hal ini proses kolaborasi memegang peranan yang sangat penting.
Anda juga perlu membaca hasil penelitian terakhir, termasuk CAR, siapa tahu apa yang akan Anda lakukan sudah pernah dilakukan oleh orang lain; Anda dapat mengambil manfaat dari pengalaman orang itu. Manfaat lain yang lebih penting, Anda akan mengetahui trend-trend baru yang sedang diperhatikan atau diteliti oleh para guru di seluruh dunia. Sekarang ini sedang nge-trend pembelajaran yang bernuansa quantum teaching, quantum learning, contextual learning, integrated curriculum, dan competency based curriculum yang semua berorientasi pada kepentingan siswa. Jika penelitian Anda masih berkutat pada pemberian drill dan PR agar nilai UAN mereka meningkat, tanpa memperdulikan rasa ketersiksaan siswa, profesionalisme Anda akan dipertanyakan.

2. Hipotesis Tindakan
Lakukanlah analisis penyebab masalah secara seksama agar tindakan yang Anda rencanakan berjalan dengan efektif. Hipotesis tindakan dapat Anda tuliskan secara eksplisit, tetapi dapat juga tidak karena pada dasarnya Anda belum tahu tindakan mana yang akan berdampak paling efektif.

F. METODOLOGI

1. Setting Penelitian
Setting penelitian perlu Anda uraikan secara rinci karena penting artinya bagi guru lain yang ingin meniru keberhasilan Anda. Mereka tentu akan mempertimbangkan masak-masak apakah ada kemiripan antara setting sekolahnya dengan setting penelitian Anda.

2. Perbedaan Mengajar Biasa dengan CAR
Dalam melakukan CAR kegiatan mengajar standar (biasa) berlangsung secara alami; tetapi ada bagian-bagian tertentu yang diberi perlakuan secara khusus dan diamati dampaknya secara seksama. Langkah-langkah seperti pembuatan satuan pelajaran, rencana pelajaran, lembaran kerja, dan alat bantu pembelajaran lainnya adalah langkah pembelajaran standar, bukan CAR. Asumsinya CARdilaksanakan oleh guru yang sudah melaksanakan pembelajaran standar secara lengkap tetapi belum berhasil. Ia akan memodifikasi bagian-bagian tertentu dari pembelajaran standar itu. Bagian yang dimodifikasi itulah fokus dari CAR Anda.

3. Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan CAR sebaiknya hanya menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan CAR. Jika ada perubahan pada satuan pelajaran misalnya, hanya bagian yang diubah saja yang perlu diuraikan secara rinci. Akan lebih baik jika perubahan itu diletakkan dalam konteks satuan pelajaran aslinya sehingga terlihat jelas besar perubahan yang dilakukan. Perangkat-perangkat pembelajaran juga hanya tambahannya yang diuraikan secara rinci. Jika pembelajaran standar telah dilaksanakan dengan baik perangkat pembelajaran yang diperlukan untuk CAR dengan sendirinya sebagian besar sudah tersedia.
Yang sering terjadi dalam CAR selama ini pembelajaran standar belum dilaksanakan sehingga CAR menjadi wahana untuk mewujudkan pembelajaran standar. Hal itu terlihat dari latar belakang yang diuraikan secara emosional oleh peneliti, umumnya menggambarkan pembelajaran yang sangat tradisional, buruk, dan di bawah standar. Setelah sekolah mendapat bantuan dana peningkatan kualitas pembelajaran pun uraian latar belakang itu tidak menunjukkan adanya perubahan yang berarti. Secara tidak langsung ditunjukkan bahwa perlakuan-perlakuan yang diberikan oleh pemberi dana selama ini berlalu tanpa bekas.
Tahap perencanaan bisa memerlukan waktu setengah bulan karena harus mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, termasuk di dalamnya adalah penyusunan jadwal, pembuatan instrumen, dan pemilihan kolaborator.

4. Siklus-siklus
Dalam CAR siklus merupakan ciri khas yang membedakannya dari penelitian jenis lain; oleh karena itu siklus harus dilaksanakan secara benar. Siklus pada hakikatnya adalah rangkaian “riset-aksi-riset-aksi- …” yang tidak ada dalam penelitian biasa. Dalam penelitian biasa hanya terdapat satu riset dan satu aksi kemudian disimpulkan. Dalam CAR hasil yang belum baik masih ada kesempatan untuk diperbaiki lagi sampai berhasil.
Siklus terdiri dari (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) pengamatan; dan (4) refleksi; dan (5) perencanaan kembali. Yang diuraikan dalam siklus hanya bagian yang dimodifikasi melalui action reseach, bukan seluruh proses pembelajaran. Modifikasi atau perubahan secara total jarang dilakukan dalam action research yang berskala kelas karena bagaimanapun sistem pendidikan secara umum masih belum berubah.
Misalnya Anda akan memodifikasi pembelajaran dengan memperbanyak penggunaan carta. Dalam “perencanaan” yang Anda uraikan adalah tentang carta itu saja, misalnya “Tiap pertemuan diusahakan akan ada carta yang digunakan dalam kelas.” Dalam “pelaksanaan” Anda uraikan kenyataan yang terjadi, apakah benar tiap pertemuan bisa digunakan carta, misalnya “Penggunaan carta tiap pertemuan hanya dapat dilakukan selama dua minggu pertama; minggu berikutnya rata-rata hanya satu carta tiap empat pertemuan.” Anda tentu saja dapat mengelaborasi “pelaksanaan” itu dengan menyebutkan carta-carta apa saja yang digunakan, saat-saat mana yang paling tepat untuk penggunaan, siapa yang menggunakan, berapa lama digunakan, berapa ukurannya, di mana disimpan, dsb., dsb. “Pengamatan” didominasi oleh data-data hasil pengukuran terhadap respons siswa, menggunakan berbagai instrumen yang telah disiapkan. “Refleksi” berisi penjelasan Anda tentang mengapa terjadi keberhasilan maupun kegagalan, diakhiri dengan perencanaan kembali untuk perlakuan pada siklus berikutnya.
Dalam action reseach selama ini banyak siklus yang bersifat semu, tidak sesuai dengan kaidah yang sudah baku. Inilah kelemahan-kelemahan yang terjadi.
1. Dalam siklus diuraikan semua proses pembelajaran, sehingga tidak dapat dilihat bagian yang sebenarnya sedang diteliti. Seolah-olah seluruh proses pembelajaran diubah secara total melaluiCAR, dan sebelumnya pembelajaran berlangsung secara tradisional, buruk, dan di bawah standar.
2. Tidak jelas apakah perlakuan dalam suatu siklus dilakukan secara terus-menerus selama periode tertentu, sampai data pengamatan bersifat jenuh (menunjukkan pola yang menetap) dan diperoleh dari berbagai sumber (triangulasi). Sebagai analogi, jika selama satu minggu suhu badan pasien menunjukkan suhu 37,50 C; 370 C; 370 C; 37,50 C; 37,50 C; 37,50 C; dapatlah disimpulkan bahwa kondisinya telah kembali normal. Itu digabungkan dengan data pengamatan lain selama seminggu juga seperti perilaku, nafsu makan, dan denyut nadi pasien, yang bersifat triangulatif.
3. Siklus dilakukan tidak berdasarkan refleksi dari siklus sebelumnya. Ada siklus yang dilakukan secara tendensius: siklus pertama dengan metode ceramah, siklus kedua dengan demonstrasi, dan siklus ketiga dengan eksperimen, hanya ingin menunjukkan bahwa metode eksperimen adalah yang terbaik. Peneliti ini lupa bahwa metode harus disesuaikan dengan karakteristik materi pelajaran. Untuk materi pertama boleh jadi justru metode ceramah yang lebih cocok.

5. Instrumen
Instrumen merupakan bagian yang tidak kalah pentingnya dalam pelaksanaan CAR. Jenis instrumen harus sesuai dengan karakteristik variabel yang diamati. Triangulasi dan saturasi (kejenuhan informasi) perlu diperhatikan untuk menjamin validitas data.

G. HASIL PENELITIAN

1. Siklus-siklus Penelitian
Hasil penelitian CAR tidak hanya berisi data hasil observasi, melainkan justru proses perbaikan yang dilakukan. Untuk itu siklus adalah cara yang tepat untuk menyajikan hasil penelitian. Data hasil observasi tidak disajikan secara terpisah melainkan dalam konteks siklus-siklus yang telah dilakukan.

2. Tabel, Diagram, dan Grafik
Tabel, diagram, dan grafik sangat baik digunakan untuk menyajikan data hasil observasi. Gunanya agar refleksi dapat dilakukan lebih mudah. Tetapi sajian yang cantik itu bisa menjadi blunder manakala angka-angkanya diatur sedemikain rupa sehingga terkesan artificial. Hasil yang begitu spektakuler seringkali tidak disertai dengan “bagaimana” proses untuk mencapainya, sehingga pembaca akan makin ragu.

3. Hasil-hasil yang Otentik
Hasil-hasil yang otentik seperti karangan siswa, gambar hasil karya siswa, dan foto tentang proyek yang dilakukan siswa akan sangat baik dicantumkan sebagai hasil penelitian.

H. KESIMPULAN CAR

1. Kesimpulan
Kesimpulan tentu saja harus menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis yang telah dikemukakan. Pertanyaan penelitian pada bagian D4 di atas di samping menuntut jawaban yang berupa hasil juga menuntut prosesnya. Marilah kita lihat pertanyaan-pertanyaan itu sekali lagi.
1. Kesulitan apa yang dialami siswa dalam mentransfer keterampilan dari satu mata pelajaran satu ke mata pelajaran lain ? Jawaban atas pertanyaan ini bisa diperoleh melalui tes awal dan atau selama proses pembelajaran berlangsung. Walaupun baru berupa daftar kesulitan yang dialami siswa, temuan ini cukup berarti bagi guru-guru lain. Kita sendiri pada saat ini belum bisa membayangkan kesulitan-kesulitan tersebut.
2. Apakah siswa dapat mentrasfer keterampilan lebih mudah antara dua mata pelajaran yang disukai ? Jawaban atas pertanyaan ini diperoleh setelah guru menghubungkan berbagai mata pelajaran dalam materi tes awal atau selama pembelajaran berlangsung, misalnya antara fisika dengan biologi, ekonomi dengan sejarah, dan bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia.
3. Apa yang menyebabkan siswa menyukai suatu mata pelajaran ? Kesimpulan ini dapat diperoleh melalui kuesioner dan atau wawancara pada awal pembelajaran atau selama pembelajaran berlangsung.
4. Apakah ada perbedaan antara prestasi belajar siswa yang belajar dalam kelas mata pelajaran multidisiplin dibandingkan dengan mereka yang dalam kelas mata pelajaran tunggal ?Jawaban atas pertanyaan ini diperoleh setelah siswa diberi perlakukan yang berbeda; misalnya satu kelas diberi pelajaran multi disiplin, dan kelas lain diberi pelajaran yang terpisah-pisah, seperti biasanya. Ini tampaknya merupakan fokus dari CAR. Jika ditemukan bahwa mata pelajaran multidisiplin lebih berhasil dalam mengembangkan kemampuan transfer keterampilan antar mata pelajaran, peneliti perlu mengelaborasi bagaimana proses pembelajaran model multidisiplin tersebut berlangsung.
Jadi kesimpulan penelitian CAR akan kurang bermanfaaat jika bunyinya hanya seperti: “Pembelajaran dengan media akan meningkatkan hasil belajar siswa.” Kesimpulan ini mirip dengan yang diinginkan penelitian kuantitatif. Guru lain yang membaca kesimpulan ini tentu ingin mengetahui bagaimana prosesnya sehingga media itu bisa meningkatkan hasil belajar. Jadi kesimpulan itu masih harus diikuti dengan proses atau rinciannya, seperti a) Transparansi OHP lebih disukai siswa daripada media lain, b) Paling banyak hanya 10 transparansi dapat ditunjukkan dalam satu presentasi, jika lebih dari itu siswa akan bosan; c) Presentasi pada awal pembelajaran cenderung lebih disukai; d) Penjelasan yang terlalu lama terhadap satu transparansi cenderung membuat siswa bosan; dan e) Satu kali presentasi sebaiknya tidak lebih dari 20 menit.

2. Saran
Karena CAR bersifat kontekstual, pemberian saran kepada orang lain berdasarkan hasil penelitian tersebut sebenarnya kurang bermanfaat. Deskripsi konteks penelitian secara rinci sudah cukup untuk memberikan informasi bagi guru lain yang ingin meniru keberhasilan Anda. Saran seperti “Program CAR ini perlu lanjutkan dan diperluas untuk tahun-tahun mendatang,” juga kurang begitu perlu, bahkan kurang relevan.
Saran CAR diperlukan misalnya jika temuan penelitian menyangkut sistem yang lebih luas dari sekedar kelas, misalnya menghendaki adanya perubahan pengaturan jadwal pelajaran di sekolah. Dalam hal itu peneliti dapat menyarankan tentang jadwal yang diinginkan kepada fihak sekpolah.

I. DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka mencerminkan penguasaan Anda atas teori belajar dan pembelajaran yang Anda minati. Di samping itu, sebagaimana telah disinggung sebelumnya, daftar pustaka mencerminkan keluasan pengetahuan Anda atas penelitian-penelitien terbaru yang sedang ngetren. Selama ini guru peneliti sering mencantumkan nama-nama ahli pendidikan, psikologi, dan pembelajaran tetapi tidak disertai dengan daftar pustakannya. Buatlah daftar pustaka secara cermat.

Sumber :
Dr. Supriyadi M. Pd.*)) disajikan dalam Workshop MKKS Tingkat Pusat yang Diselenggarakan olah Direktorat Pendidikan Menengah Umum 12-15 September 2005 di Hotel Evergreen, Cisarua, Bogor.

Wednesday, June 15, 2011

Triks Cepat Selesaikan Soal Hidrolisis

Pada pelajaran kimia kelas XI-IPA pokok bahasan-nya di dominasi tentang Larutan terutama terkait konsep asam dan basa yang hampir setiap bab di kaitkan dengan derajad keasaman atau pH.
Hampir setiap buku pelajaran kimia setiap akhir bab selalu disajikan cukup banyak soal-soal latihan terutama soal mutiplechoice (pilihan ganda). Pada soal-soal pilihan ganda untuk pelajaran kimia ada beberapa kelemahan, yaitu mudah ditebaknya suatu jawaban atau setidaknya dieliminir sehingga hanya menyisahkan 2 atau 3 jawaban yang berpeluang untuk dipilih. Ini tentu bagi siswa yang mengerti tentang konsep-konsep dengan baik sedangkan yang tidak memahami tentu tetap menjadi hal yang menyulitkan.
Misalnya pada kosenp garam-garam terhidrolisis, ada soal dengan jawaban 5 pilihan seperti berikut:
Jika harga Kb NH4OH = 1 x 10-5, maka 100 mL larutan NH4Cl 0,1 M mempunyai pH….
a. 3
b. 5
c. 9
d. 11
e. 13
Pada soal tersebut karena diketahui bahwa garam NH4Cl itu terususun dari ion NH4+ (dari basa lemah) dan ion Cl- (dari asam kuat). Maka dipastikan pH-nya kurang dari 7, sehingga jawaban c, d dan e tidak mungkin benar. Jadi tersisa 2 alternatif pilihan jawaban yang mungkin benar yaitu a dan b. Lalu apa perlunya soal pilihan ganda model berhitung kimia semacam itu?
Bahkan ada soal yang jika siswa paham konsep maka soal itu tidak perlu dilakukan perhitungan yang sebenarnya, jika dihitung memakan waktu juga. Soalnya seperti berikut:
Dalam larutan terdapat natrium asetat 0,1 mol/L yang mengalami hidrolisis berikut ini:
CH3COO- + H2O <===> CH3COOH + OH-
Jika tetapan hidrolisis (Kh = 1 x 10-9) maka larutan mempunyai pH….
a. 9
b. 7
c. 6
d. 5
e. 1
Karena diketahui garamnya adalah garam yg berasal dari basa buat dan asam lemah, maka pH-nya pasti di atas 7 (larutan garam bersifat basa). Jika pilihan hanya itu maka penyelesaian soal itu terdapat 1 pilihan yang tepat yaitu pH = 9. Soal seperti ini jika tidak disediakan jawaban (bukan soal pilihan ganda), maka untuk menyelesaikannya perlu dihitung terlebih dahulu Kb asam asetat, kemudian baru dihitung konsentrasi H+ atau pHnya.
Contoh soal lain:
Lakmus biru akan berubah menjadi merah apabila dicelupkan ke dalam larutan garam….
a. MgCl2
b. NH4Cl
c. Na2SO4
d. CH3COONa
e. KCN
Konsep dalam penentuan pH garam terhidrolisis tergantung jenis ion penyusunnya, jika gara tersusun dari asam kuat dan basa lemah maka larutan garam akan bersifat asam (pH di bawah 7), sebaliknya jika tersusun dari asam lemah dan basa kuat maka garam cenderung bersifat basa (pH di atas 7). Lakmus biru yang berubah menjadi merah menandakan larutan garam yang bersifat cenderung asam. Pada soal ini larutan garam yang cenderung bersifat asam (memerahkan lakmus biru) hanya jawaban b. Tentu untuk bisa menjawab siswa harus tahu klasifikasi asam kuat/lemah, basa kuat/lemah.
Pembuatan soal pilihan ganda tentu tidak mudah harus memenuhi beberapa kriteria sehingga soal itu layak untuk dijadikan pengukur kemampuan penguasaan suatu bahan pelajaran oleh siswa. Berlu banyak berlatih untuk yang ini. Selama ini soal justru tidak dibuat, tapi hanya disusun dari yang ada. Mengapa kok tidak dibuat, karena membuatnya gak gampang.