'/>

Wednesday, May 11, 2011

Alkana

Hidrokarbon jenuh yang paling sederhana merupakan suatu deret senyawa yang memenuhi rumus umum CnH2n+2 yang dinamakan alkana. Sebagai hidrokarbon jenuh, alkana memiliki jumlah atom H yang maksimum. Alkana juga dinamakan parafin (dari parum affinis), karena sukar bereaksi dengan senyawa-senyawa lainnya. Kadang-kadang alkana juga disebut sebagai hidrokarbon batas, karena batas kejenuhan atom-atom H telah tercapai.

Setiap senyawa yang merupakan anggota alkana dinamakan suku. Suku alkana ditentukan oleh jumlah atom C dalam senyawa tersebut. Suku pertama sampai dengan 10 senyawa alkana dapat anda peroleh dengan mensubstitusikan harga n dan tertulis dalam tabel no. 1 berikut.
Suku pertama sampai dengan 10 senyawa alkana
Suku ke n rumus molekul nama titik didih
(°C/1 atm)
massa 1 mol dalam g
1 1 CH4 metana -161 16
2 2 C2H6 etana -89 30
3 3 C3H8 propana -44 44
4 4 C4H10 butana -0.5 58
5 5 C5H12 pentana 36 72
6 6 C6H14 heksana 68 86
7 7 C7H16 heptana 98 100
8 8 C8H18 oktana 125 114
9 9 C9H20 nonana 151 128
10 10 C10H22 dekana 174 142


Penamaan Senyawa Alkana

Perbedaan rumus struktur alkana dengan jumlah C yang sama akan menyebabkan berbedaan sifat alkana yang bersangkutan. Untuk itu marilah kita gunakan aturan tata nama yang diterbitkan IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry).

Aturan tata nama alkana
  • Rantai tidak bercabang (lurus)
Jika rantai karbon terdiri dari 4 atom karbon atau lebih, maka nama alkana diberi alawal n- (normal)
CH3-CH2-CH2-CH2-CH3 = n-pentana
  • Rantai bercabang,maka aturannya
  1. Rantai karbon berurutan yang terpanjang dalam suatu molekul ditentukan sebagai rantai induk. Rantai induk yaitu rantai karbon terpanjang dari ujung satu ke ujung yang lain. Rantai induk diberi nama alkana.
  2. Tentukan cabang, yaitu atom C yang yang terikat pada rantai induk. Rantai cabang ini disebut gugus alkil, biasa diberi tanda -R (dari kata radikal), dan mempunyai rumus umum -CnH2n+1 Dengan mengganti n dengan angka-angka diperoleh suku-sukunya seperti terlihat pada tabel berikut
  3. Penomoran. Berilah nomor pada rantai induk dari ujung terdekat cabang.
  4. Kadang-kadang terdapat lebih dari satu cabang. Jika cabang-cabang itu sama, namanya tidak perlu disebut dua kali. Cukup diberi awalan di- , kalau 3 cabang sama awalannya tri- , tetra untuk 4 cabang yang sama dan seterusnya. Ingat setiap cabang diberi satu nomor, tidak peduli cabangnya sama atau beda.
  5. Jika cabang-cabang itu berbeda, maka urutan menyebutnya adalah menurut urutan abjad huruf pertamanya, cabang etil disebut dulu dari cabang metil.
Isomer Senyawa Alkana

Atom C mampu membentuk senyawa hidrokarbon rantai lurus maupun bercabang. Alkana dengan jumlah C yang sama akan mempunyai struktur yang berbeda. Semakin banyak jumlah atom C, semakin banyak struktur molekul yang dapat dibentuk. Dua senyawa atau lebih yang mempunyai rumus molekul sama tetapi mempunyai struktur molekul berbeda dinamakan isomer.
Semua alkana yang memiliki 4 atau lebih atom karbon akan memiliki isomeri bangun. Ini berarti bahwa ada dua atau lebih rumus bangun yang bisa dibuat untuk masing-masing rumus molekul.

Sifat-Sifat Senyawa Alkana
  • Sifat Fisika
1. Titik Didih

Titik didih semakin tinggi jika massa molekul relatifnya makin besar. Hal ini berarti wujudnya akan berubah pada suhu kamar dari gas ke cair kemudian padat. Lihat Tabel berikut ini:

Titik-titik didih yang ditunjukkan pada gambar di atas semuanya adalah titik didih untuk isomer-isomer "rantai lurus" dimana terdapat lebih dari satu atom karbon.
Perhatikan bahwa empat alkana pertama di atas berbentuk gas pada suhu kamar. Wujud padat baru bisa terbentuk mulai dari struktur C17H36.
Alkana dengan atom karbon kurang dari 17 sulit diamati dalam wujud padat karena masing-masing isomer memiliki titik lebur dan titik didih yang berbeda. Jika ada 17 atom karbon dalam alkana, maka sangat banyak isomer yang bisa terbentuk!

Penjelasan Titik Didih
Perbedaan keelektronegatifan antara karbon dan hidrogen tidak terlalu besar, sehingga terdapat polaritas ikatan yang sangat tinggi. Molekul-molekul sendiri memiliki polaritas yang sangat kecil. Bahkan sebuah molekul yang simetris penuh seperti metana tidak polar sama sekali.
Ini berarti bahwa satu-satunya gaya tarik antara satu molekul dengan molekul tetangganya adalah gaya dispersi Van der Waals. Gaya ini sangat kecil untuk sebuah molekul seperti metana, tapi akan meningkat apabila molekul bertambah lebih besar. Itulah sebabnya mengapa titik didih alkana semakin meningkat seiring dengan bertambahnya ukuran molekul.
Semakin bercabang rantai suatu isomer, maka titik didihnya akan cenderung semakin rendah. Gaya dispersi Van der Waals lebih kecil untuk molekul-molekul yang berantai lebih pendek, dan hanya berpengaruh pada jarak yang sangat dekat antara satu molekul dengan molekul tetangganya. Molekul dengan banyak cabang tapi berantai pendek lebih sulit berdekatan satu sama lain dibanding molekul yang sedikit memiliki cabang.

Kelarutan Senyawa Alkana

Semua alkana merupakan senyawa polar sehingga sukar larut dalam air. Alkana dalam bentuk cair merupakan pelarut yang baik untuk berbagai senyawa kovalen yang lain.

Kelarutan dalam air
Apabila sebuah zat molekular larut dalam air, maka terjadi hal-hal berikut:
• gaya tarik antar-molekul dalam zat menjadi hilang. Untuk alkana, gaya tarik tersebut adalah gaya dispersi Van der Waals.
• gaya tarik antar-molekul dalam air menjadi hilang sehingga zat bisa bercampur dengan molekul-molekul air. Dalam air, gaya tarik antar-molekul yang utama adalah ikatan hidrogen.
Diperlukan energi untuk meghilangkan gaya tarik antar-molekul tersebut, meskipun jumlah energi yang diperlukan untuk menghilangkan gaya dispersi Van der Waals pada molekul seperti metana sangat kecil dan bisa diabaikan. Akan tetapi, ini tidak berlaku bagi ikatan hidrogen dalam air, dimana diperlukan banyak energi untuk memutus ikatan hidrogen.
Dengan kata lain, sebuah zat akan larut jika ada cukup energi yang dilepaskan ketika ikatan-ikatan baru terbentuk antara zat dan air untuk mengganti energi yang digunakan dalam memutus gaya tarik awal.
Satu-satunya gaya-tarik yang baru terbentuk antara alkana dan molekul air adalah gaya Van der Waals. Pembentukan gaya tarik ini tidak melepaskan banyak energi untuk mengganti energi yang diperlukan untuk memutus ikatan hidrogen dalam air. Olehnya itu alkana tidak larut.

Kelarutan dalam pelarut-pelarut organik
Pada kebanyakan pelarut organik, gaya tarik utama antara molekul-molekul pelarut adalah gaya Van der Waals - baik gaya dispersi maupun gaya tarik dipol-dipol.
Ini berarti bahwa apabila sebuah alkana larut dalam sebuah pelarut organik, maka gaya tarik Van der Waals terputus dan diganti dengan gaya Van der Waals yang baru. Pemutusan gaya tarik yang lama dan pembentukan gaya tarik yang baru saling menghapuskan satu sama lain dari segi energi - sehingga tidak ada kendala bagi kelarutannya.

Sifat Kimia Alkana
1. Pada umumnya alkana sukar bereaksi dengan senyawa lainnya.
2. Dalam oksigen berlebih, alkana dapat terbakar menghasilkan kalor, karbon dioksida dan uap air.
3. Jika alkana direaksikan dengan unsur-unsur halogen (F2, Cl2, Br2, I2), atom –atom H pada alkana akan digantikan oleh atom-atom halogen.

Sumber dan Kegunaan Alkana
Sumber alkana yang terbanyak adalah minyak bumi dan gas alam. Alkana diperoleh dari minyak bumi dengan cara destilasi bertingkat. Alkana merupakan senyawa hidrokarbon jenuh disebut paraffin yang mempunyai arti daya gabung kecil. Rantai karbon pada alkana dapat lurus, bercabang, dan alisiklik.
Kegunaan alakana dalam kehidupan sehari-hari antara lain
1. Bahan bakar, misalnya elpiji atau liquefied petroleum gas (LPG), kerosin, bensin, dan solar.
2. Pelarut, berbagai jenis hidrokarbon, seperti petroleum eter atau nafta, digunakan sebagai pelarut dalam industry dan pencucian kering (dry cleaning)
3. Pelumas, adalah alkana suhu tingggi (jumlah atom karbon tiap molekulnya cukup besar, misalnya C18H38)
4. Bahan baku untuk senyawa organik lain. Minyak bumi dan gas alam merupakan bahan baku utama untuk sintesis berbagai senyawa organik seperti alcohol, asam cuka, dan lain-lain
5. Bahan baku indutri. Berbagai produk industry seperti plastic, detergen, karet sintesis, minyak rambut, dan obat gosok dibuat dari minyak bumi atau gas alam.

Senyawa Hidrokarbon

Senyawa Hidrokarbon

Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana. Dari namanya, senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom hidrogen dan atom karbon.Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon terbagi dalam 2 golongan besar, yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik.
  1. Senyawa hidrokarbon alifatik
Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa karbon yang rantai C nya terbuka dan rantai C itu memungkinkan bercabang. Berdasarkan jumlah alkananya, senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak jenuh.
a. Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya hanya berisi ikatan-ikatan tunggal saja. Golongan ini dinamakan alkana. Deret homolog senyawa alkana:
Suku ke n rumus molekul nama titik didih
(°C/1 atm)
massa 1 mol dalam g
1 1 CH4 metana -161 16
2 2 C2H6 etana -89 30
3 3 C3H8 propana -44 44
4 4 C4H10 butana -0.5 58
5 5 C5H12 pentana 36 72
6 6 C6H14 heksana 68 86
7 7 C7H16 heptana 98 100
8 8 C8H18 oktana 125 114
9 9 C9H20 nonana 151 128
10 10 C10H22 dekana 174 142

b. Senyawa alifatik tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Jika memiliki rangkap dua dinamakan alkena dan memiliki rangkap tiga dinamakan alkuna. Contoh senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh:
1. Senyawa Alkena
Lima suku pertama alkena
Suku ke n rumus struktur nama
1
2
3
4
5
2
3
4
5
6
CH2 = CH2
CH2 = CH - CH3
CH2 = CH - CH2 - CH3
CH2 = CH - CH2 - CH2 - CH3
CH2 = CH - CH2 - CH2 -CH2 - CH3
etena
propena
1-butena
1-pentena
1-heksena
2. Senyawa Alkuna
Suku kenrumus molekulnama




22 C2H2etuna
33 C3H4propuna
44 C4H6butuna
55 C5H8pentuna
66 C6H10heksuna
77 C7H12heptuna
88 C8H14oktuna
99 C9H16nonuna
1010 C10H18dekuna

  1. Senyawa hidrokarbon siklik
Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa karbon yang rantai C nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping. Golongan ini terbagi lagi menjadi senyawa alisiklik dan aromatik.
  1. senyawa alisiklik yaitu senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai tertutup.Contoh senyawa alisiklik
       b. Senyawa aromatik yaitu senyawa karbon yang terdiri dari 6 atom C yang membentuk rantai benzena.  Contoh senyawa aromatik

Tuesday, May 10, 2011

Guru Itu Téko?

Andai saya dan semua rekan saya mau berkaca sambil menanyakan sudahkah saya punya bekal yang cukup menjadi seorang guru yang benar, maka pendidikan di negeri ini pasti akan membaik. Berikut analogi tanpa dasar tentang guru, siswa, dan ilmu.
Ada orang mengatakan guru itu seperti teko, murid itu seperti botol dan ilmu itu seperti air. Tiga buah analogi yang saling terkait erat. Kalau teko gak pernah diisi air bagaimana ia bisa menuangi botol. Apakah yang seperti itu masih berlaku untuk guru dan siswa jaman sekarang?
Bukannya guru sekarang hanya bertindak sebagai fasilitator? Kalau sebagai fasilitator guru harus tahu cara mengarahkan muka botol saja agar mendapat banyak kucuran air dari sumber alami, tidak harus dari teko. Guru sebagai fasilitator, apakah ia cukup menunjukkan letak mata air (ilmu) kepada siswa? Mungkin botol perlu juga diajari bagaimana cara memasukkan air ke dalam dirinya secara efektif, bagaimana menggunakan air secara efisien, termasuk pula mengajari bagaimana mencari sumber mata air yang baru. Saya sendiri kurang setuju kalau ilmu itu laksana air, sebab apakah sumber air bisa habis, padahal jumlah air itu tidak akan habis?
Andai pun siswa diibaratkan sebagai botol, maka guru tidak boleh menganggap botol itu kosong (tanpa isi). Ini sesuai teori multi kecerdasan, setiap botol sesungguhnya sudah punya isi dari sononya. Guru tidak patut merusak isi sebelumnya. Tugas guru adalah mengarahkan botol itu ke sumber mata air yang sesuai dengan isi dalam botol sebelum ia datang pada sang guru. Apakah patut seorang guru mencampuradukan isi(ilmu) botol (murid) dengan isi-isi lain, dapatkah ia mempertanggungjawabkannya? Kalau guru berusaha mencuci botol dan bersusah payah mengisinya sendiri maka itu jauh lebih sulit.
Semua itu tergantung kemampuan yang dimiliki sang botol, kalau kemampuannya tinggi cukup hanya mengarahkan, tapi kalau kemampuannya menengah atau di bawah maka tugas teko adalah memberi dan membimbing. Bagaimana kita bisa mengarahkan sumber air kalau air saja banyak yang tidak tahu?
Apa menjadi kebiasaan umum yang terjadi selama ini pada pendidikan kita? Saya tidak meng-generalisir keadaan, setidaknya saya melihat diri saya dan rekan yang ada di wilayah saya, meskipun itu ngawur. Teko-teko itu banyak yang mulai berkurang isinya, ada yang menguap karena perubahan tekanan dan temperatur, ada yang tumpah seiring berjalannya waktu. Teko-teko itu isinya mulai basi karena tidak pernah diperbaharui. Saat ini sumber mata air yang bisa mengisi teko sangat berlimpah tinggal mau tidak teko-teko itu mengisi dirinya, memperbaharui isinya? Tapi begitulah kondisinya. Kalau pemilik teko tidak mampu menyuasanakan teko untuk selalu terisi dengan baik, maka dari diri tekolah semestinya yang harus perduli dan sadar diri. Sadar diri bahwa tugasnya adalah membimbing, membfasilitasi botol agar terisi dengan baik dan benar.
Kebanyakan teko mengisi botol seadanya saja, akibatnya banyak air yang tidak bisa masuk ke dalam botol. Teko membiarkan begitu saja botol kosong berdiam diri, karena sang teko juga tidak tahu dan tidak terbiasa mengisi dirinya sendiri. Sangat disayangkan potensi botol untuk bisa diisi dengan air berkhasiat sesaui potensi yang dimilikinya tak terarahkan dengan baik, apalagi mengisinya. Banyak teko yang tidak tahu bagaimana cara menuangkan isi ke dalam botol. Yang lebih parah banyak teko yang isinya basi, dan tak bermutu. Akibatnya kita bisa merasakan apa yang terjadi dengan dunia pendidikan di negeri ini.
Yang menjadi alasan mengapa teko membiarkan diri tidak mau mengisi dirinya, membiarkan isinya basi tidak mengganti isi yang baru, semua itu alasannya dengan kondisi begitu saja dia tetap aman dengan penghasilan tetap dan mendapatkan tunjangan pensiun. Toh sistem tidak ada yang mengharuskan diri teko agar selalu berisi dan isinya tidak basi, Siapa yang perduli, tak ada. Gaji lancar dan kepangkatan lancar naik terus, tanpa terkurangi atau terdegrasi. Itulah potret keadaan beberapa teko-teko Indonesia. Weleh-weleh.
Saya termasuk yang memuja internet sebagai sumber air (ilmu) yang melimpah-rua. Bisa diakses tanpa batas waktu dan ruang. Yang membatasinya hanyalah bandwidth internet yang kadang sering tersendat-sendat. Guru dan siswa bisa saja memanfaatkan fasilitas yang kian murah dan terjangkau dipelosok negeri. Di sanalah sumber air mengalir deras siap ditangguk untuk dimasukkan dalam botol-botol bersih. Tuntutannya adalah bagaimana teko bisa menunjukkan kepada botol hanya untuk mengambil air yang bebas cemaran, agar tidak meracuni diri.
Wahai para teko mari belajar menuangkan dan mengarahkan botol agar bisa terisi dengan air yang cukup dan bersih.

Wassalam

Thursday, May 5, 2011

Agus Marto Gelontorkan Rp 18,5 Triliun Tunjangan Guru Daerah

(Berita Daerah-Nasional) Untuk meningkatkan penghasilan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah, pemerintah menggelontorkan dana tunjangan Rp 18,5 triliun. Dana ini akan dibagikan mulai April 2011.

Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Humas Kemenkeu Yudi Pramadi dalam keterangan yang dikutip, Senin (18/4/2011).

"Tunjangan ini diberikan kepada guru PNS di daerah yang telah memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan perundangan kuota tahun 2006-2010. Tunjangan dibayarkan sebanyak 12 bulan dalam setahun dan tidak termasuk untuk bulan ke-13," tutur Yudi.

Dia mengatakan, tunjangan diberikan sebesar 1 kali gaji pokok guru yang bersangkutan dengan dikenakan PPH 21 sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Yudi, dana ini diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 71/PMK.07/2011 yang berlaku mulai 5 April 2011,

Pembayaran tunjangan ini dilakukan secara triwulanan dan paling lambat dibayarkan pada:
 
  • April 2011 untuk triwulan pertama.
  • Juli 2011 untuk triwulan kedua.
  • Oktoner 2011 untuk triwulan ketiga.
  • Desember 2011 untuk triwulan keempat.

"Pemda wajib menyampaikan laporan realisasi pembayaran tunjangan ini kepada Menteri Keuangan melalui Ditjen Perimbangan Keuangan dan Mendiknas secara semesteran. Batas waktu penyerahan paling lambat minggu pertama Agustus 2011 dan minggu terakhir Januari 2012," tutur Yudi.

Jika pemda telah menyampaikan laporan realisasi tersebut, maka ada sanksi sebagai berikut:
  • Tidak menyampaikan laporan realisasi semester pertama dikenakan sanksi berupa penundaan penyaluran tunjangan guru triwulan keempat tahun 2011.
  • Tidak menyampaikan laporan realisasi semester kedua akan dikenakan sanksi berupa penundaan penyaluran tunjangan profesi guru triwulan pertama tahun berikutnya.
Sumber : http://www.beritadaerah.com/berita/national/38027

Kepada Siswaku yang Akan Pergi

Siswa kebanyakan hanya sadar akan pentingnya suatu ilmu ketika ia sedang tidak lagi bersekolah. Menghargai guru ketika ia dipenghujung waktu jenjang persekolahan. Selama bersekolah ia seolah tak menyadari bahwa ilmu dan guru adalah hal yang patut mendapat perhatiannya bukan yang lain. Salah siapa siswa seperti itu? Kedewasaan dalam berpikir akan membuat siswa sadar akan tugas dan kewajibannya. Tapi mungkinkah kedewasaan siswa dipaksakan? Jika mereka dikatakan tidak dewasa mereka tidak akan terima, tapi jika ditunjukkan akan sifat kekanak-kanakan maka ia akan malu. Anehnya mereka tidak juga sadar memperbaiki diri. Kelemahan yang disadarinya tak segera ia perbaiki berakibat penyesalan saat perpisahan.
Penyesalan memang datangnya setelah keterlanjuran. Penyesalan seharusnya menjadikan alasan untuk mencapai kedewasaan diri. Hari ini tersadar, jangan lagi kau lupakan bahwa mempelajari ilmu dan penghargaan kepada guru merupakan kewajiban bagi setiap pembelajar. Ilmu apa saja itu, ilmu tentang kehidupan. Guru apapun yang mengajari soal kehidupan. Setiap orang yang mau memberikan pembelajaran bagi diri adalah seorang guru. Guru yang mengajarkan arti kehidupan dan bagaimana menjalani hidup adalah guru yang sesungguhnya. Bukan seorang atau beberapa orang guru saja. Tak perlu pembedaan dalam penghormatan dan penghargaan.
Jika siswa berharap mendapatkan ilmu yang barokah, maka sepantasnya siswa harus menghormati semua guru. Bukan berarti guru itu gila hormat tetapi itulah cara untuk mendapatkan manfaat ilmu yang dipelajari. Seorang guru adalah mereka yang memberikan petunjuk jalan kehidupan yang benar, meluruskan ketika kau bengkok dan kau rela akan tindakannya demi kebaikanmu.
Peran orang tua dalam menyadarkan anak sebagai siswa akan pentingnya penghargaan kepada guru sangat menentukan bagaimana seorang anak akan berhasil dalam pendidikannya. Bagi orang tua hal itu adalah kewajiban jika mengharap keberhasilan anaknya dalam belajar. Bila kita perhatikan siswa yang sukses mereka pasti memiliki empati kepada guru. Tidakkah siswa lain ingin sukses juga?!
Selesai pergumulan dengan ujian akhir kini siswa sibuk dengan acara pelepasan atau apalah namanya. Hikmah dibalik itu apa? Apakah hanya seremoni yang kemudian menderaikan air mata haru? Tidakkah itu adalah awalan menatap masa depan yang semakin nyata? Inilah sebuah akhir untuk memulai, memulai kehidupan, kedewasaan, dan kematangan diri. Momentum pelepasan siswa di kelas akhir sesungguhnya sarat pesan. Mau jadi apa kau nanti, ini saatnya penentuan penggalan belajar untuk kehidupan. Keangkuhan kekanak-kanakan mestinya kau lepaskan. Kepongahan akan kehebatan semu-mu harusnya ketanggalkan di saat ini. Jadilah dirimu yang bisa terus belajar ttg kehidupan dengan sekepal modal dari sekolah.
Keberhasilan menyelesaikan studi di jenjang SMK adalah awalan penggalan kehidupan yang sesungguhnya. Sadari itu. Kekerasan perjuangan pendewasaan menantimu hingga kau sanggup menyesuaikan diri, mengadaptasi diri dengan lingkungan. Jangan lupa berdoa, ingat kelulusanmu belum kau tahu. Semoga cahaya kebenaran selalu menerangi perjuanganmu, siswaku!

Wassalam

Kimia dalam Suatu Tulisan

Tulisan terdiri dari kalimat-kalimat yang tersusun dari berbagai kata dengan komposisi tertentu hanya menggunakan 26 huruf dan dibumbui beberapa tanda baca. Persis dengan dunia kimia. Setiap materi yang bermacam-macam jenisnya juga hanya tersusun tidak lebih dari seratusan unsur. Atom dengan sifatnya akan berubah sifat ketika ia bersenyawa dengan atom dari unsur lain. Atom laksana huruf dalam kata yang menyusun kalimat dari sebuah tulisan.
Jika zat kimia dengan seratusan unsur bisa membentuk jagad raya beserta isinya, maka huruf memiliki tenaga yang luar biasa, hanya 26 macam dan tambahan beberapa tanda baca. Dengan kombinasi yang tepat segala ungkapan bisa tersampaikan, mulai sedih, gembira, atau biasa saja semua bisa terwakili olehnya. Inilah ke-analog-kan huruf dengan unsur-unsur kimia.
Dari beberapa unsur kimia terbentukalauah segala kebendaan yang bisa dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan memuaskan nafsunya. Dari beberapa huruf pun terbentuklah segala ungkapan rasa yang bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan maksud hatinya termasuk imaginasi nafsunya pula. Sepertinya benar terdapat kesejajaran dalam kimia sebuah tulisan.
Persenyawaan berbagai zat bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bahkan bisa jadi sangat berbahaya. Banyak yang digunakan untuk kenyamanan kehidupan manusia. Namun tetap diperlukan kehati-hatian dalam penggunaannya. Tergantung penggunanya siapa dan untuk apa. Demikian pula kata, kata akan menjadi indah penuh makna, bahkan dengan kata pula petaka bisa tercipta. Ini juga tergantung pengunanya, meskipun bahan kata yang digunakan itu-itu saja. Komposisi yang akan membedakan bentukan yang dikombinasi serta pemberian tekanannya.
Jika ada hukum yang menyatakan bahwa zat tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan, maka dalam dunia tulis seiring perkembangan peradaban juga akan berlaku kata tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan. :D (*rada maksa*). Kata adalah komponen bahasa yang sesungguhnya sudah ada sejak manusia ada dan mengalami perkebangan terus menerus. Apakah bisa dicipta atau dimusnakan, tanya saja kepada ahli bahasa.
Zat kimia bagian terkecilnya tersusun atas atom-atom (pengertian klasik). Yang nampak adalah gejala keberadaannya atau ketika ia bersenyawa membentuk zat yang kasad mata. Bagaimana dengan kata yang tersusun dari huruf. Mirip saja antara keduanya (atom dan huruf). Yang nampak itu hanyalah perlambangannya. Tapi siapapun tak bisa mengelak bahwa keduanya ada.
Dalam menyusun kata menjadi kalimat kemudian terbentukalauah sebuah tulisan itu juga dibutuhkan sebuah kimia tulisan. Dengan berbagai timbang rasa, karsa, dan cita sebuah tulisan terbentuk. Diperlukan pembiasaan yang sedikit memaksa untuk menyusun sebuah tulisan. Sama halnya pembentukan zat baru dalam kimia juga memerlukan kecekatan dalam penanganannya setelah mempelajari sifat-sifat zat yang mungkin terjadi. Pengendalian pembentukan zat sama sama juga dengan pengendalian pembentukan kalimat dari sebuah kata. Terserah yang membentuknya.
Mari perkaya dunia dengan menyusun atom-atom tulisan melalui huruf dan tanda baca. Lihatlah keajaiban zat yang berupa tulisan akan membuatnya terkagum akan kehebatan dirimu.

Wassalam

Guru, Masihkah Patut Digugu dan Ditiru?

Masihkah berlaku falsafah (?) digugu dan ditiru dari seorang guru? Macam apakah guru yang patut digugu dan ditiru itu? saya guru dan merasa belum bisa sepenuhnya untuk bisa digugu dan ditiru. Kadang berbohong dikit-dikit dan ada yang tak patut ditiru (apa itu… rahasia donk). Apakah saya masih berhak menyandang status seorang guru? Itu SAYA, bukan guru lain.
Mengakui kelemahan diri sebagai guru itu tidak cukup. Menyadarinya pun belum cukup. Menyegerakan untuk migrasi, memperbaiki diri adalah jawaban nyata. Mungkin akan sulit kalau drastis perubahannya, lantas orang menyarankan perlahan saja. Tahu dari mana memulainya? Ok kalau tahu mari mulai dan lakukanlah! Tapi kalau belum tahu dari mana memulainya, pengakuan dan kesadaran itu pembohongan diri dan isepan jempol doang. Mau ngisep jempol aja? Terserah aja.
Andai ada survei tentang pengakuan guru tentang kemampuannya, bahkan dengan tes sekalipun, apalagi kinerja secara keseluruhan, saya yakin jawabannya masih rendah. Saya tidak melihat keluar, cukup melihat diri saya, lingkungan saya saja. Meskipun itu bukan sampel yang diambil dengan teknik sampling yang benar, dan tidak untuk digeneralisasikan, untuk disamaratakan. Tapi itulah potret beberapa guru di negeri ini, Indonesia Raya. Seperti SAYA.
Andai guru semua bisa digugu maka semua pihak akan menaruh kepercayaan yang sepantasnya. Mungkin ujian nasional tidak perlu seketat seperti selama ini. Nilai-nilai yang diberikan guru bukan hanya sekedar angka formalitas dan normatif saja, semua akan mempercayai angka-angka itu sebagai perwujudan pencapaian belajar siswa yang nota bene juga merupakan hasil kinerja guru. Namun kita semua bisa melihat kenyataan sekolah antar jenjang hingga perguruan tinggi masih enggan mempercayai angka-angka yang diperoleh siswa. Mereka masih harus memberikan ujian sendiri-sendiri. Karena guru tak bisa dipercaya dalam memberikan laporan kemajuan belajar akan berdampak pada pemborosan penggunaan dana pendidikan.
Memang di sekolah dikenal istilah KKM, kriteria ketuntasan minimal. Sebuah besaran kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan. Tuntas dalam pembelajarannya setiap mata pelajaran. Apa yang terjadi beberapa guru melakukan pembohongan agar siswa bisa mencapainya. Kedoknya memang ada remidi dan sebagainya tapi itu hanya kedok. Mengapa saya berani mengatakan begitu? Andai itu benar, jujur jelas tidak perlu guru-guru was-was ketika siswanya menghadapi ujian nasional. Rasa was-was dan tidak ingin buruk citra maka dilakukanlah kecurangan secara sistematis dan masif.
Dari analisis seperti itu, apakah guru masih patut digugu, patut dipercaya?
Dari ketidakbisaan untuk dipercaya karena guru tidak jujur, tidak jujur dalam perkataan dan perbuatan, ini jelas menegasikan keberadaan guru yang bisa di tiru. Guru yang tidak mau jujur jelas tidak akan bisa di tiru.
Jadi benarkah kebanyakan guru sekarang ini memang wagu dan saru?! Jangan dijawab! Marilah lihat pada diri kita masing-masing kalau kita mengaku sebagai seorang guru.
Wassalam.