'/>

Wednesday, August 3, 2011

RESEP MAKANAN WARUNG

LOTEK


BAHAN:
10 lonjor kacang panjang,potong-potong
1 buah labu siam,rebus matang
1 ikat kangkung, siangi
50 gram touge,seduh air panas, tiriskan
100 gram nangka muda, potong-potong
100 gram tempe ,goreng
2 buah tahu ukuran sedang goreng
Bumbu/Saus
250 gram kacang tanah,goreng
3 buah cabe merah besar,rebus
5 buah cabe rawit merah,rebus
3 cm kencur
1/2 sdt garam
1 sdm gula merah sisir
2 sdm air asam jawa
100 ml air hangat
Taburan:
Bawang goreng dan kerupuk
CARA MEMBUAT:
  1. Rebus sayuran hingga matang,tiriskan.
  2. Bumbu/saus:siapkan cobek batu,haluskan cabe merah,cabe rawit,kencur, garam,dan gula merah,
  3. Tambahkan kacang tanah,haluskan ,aduk rata.masukan air asam jawa dan air,aduk rata.masukan sepotong nangka yang telah direbus,aduk rata.
  4. Penyajian:campur sayuran dengan bumbu,tempe,dan tahu goreng, aduk rata.
  5. Tata dalam pingan, taburi dengan bawang goreng dan kerupuk merah.
  6. Sajikan segera.
Untuk:4-6 orang


KAREDOK

BAHAN:
Bumbu Saus:
250 gram kacang tanah,goreng,haluskan
6 buah cabai rawit merah rebus
6 buah cabai merah besar rebus
5 cm kencur
3 siung bawang putih
1 sdm gula merah sisir
1 sdt garam
1 jeruk limau,peras airnya
1 sdm cuka masak
150 ml air matang
150 gram oncom,bakar
Sayuran:
5 lonjor kacang panjang,iris halus
2 lembar kol,iris halus
3 terong lalap,potong dadu kecil
1 buah ketimun,iris
50 gram taoge, siangi,rebus sebentar
50 kemangi
Pelengkap:
Kerupuk merah/sagu
CARA MEMBUAT:
  1. Bumbu/saus: haluskan kacang tanah bersama cabai merah besar,cabai rawit,bawang putih,gula merah,dan garam,aduk rata.
  2. Tambahkan air,oncom remas, masukan kedalam bumbu,beri air jeruk limau,aduk rata.
  3. Penyajian: cuci bersih sayuran,iris lalu masukan ke dalam bumbu,aduk rata,
  4. Tambahkan kemangi,aduk rata,sajikan.
Untuk:4 orang

KETOPRAK

BAHAN:
5 buah tahu putih ukuran 6x6x2 cm
50 gram bihun,rendam air dingin hingga lunak,tiriskan
250 gram taoge, siangi cuci bersih dan seduh dengan air panas,angkat.
4 buah ketupat
Saus:
250 gram kacang tanah,goreng, haluskan
6 siung bawang putih
5 buah cabai rawit merah,goreng sebentar
100 ml air hangat
1 sdt garam
kecap manis secukupnya
Pelengkap: bawang goreng, irisan seledri, dan kerupuk merah.
CARA MEMBUAT:
  1. Goreng tahu setengah matang ,angkat teirskan, potong menurut selera
  2. Saus: haluskan bawang puthi bersama cabai rawit dan garam.
  3. Tambahkan kacang,air dan kecap manis, haluskan,aduk rata sisihkan.
  4. Siapkan pinggan, tata ketupat,bihun,taouge dan tahu tuangakan saus diberi kecap manis.
  5. Taburi bawang goreng,irisan seledri dan kerupuk merah.
  6. Sajikan segera.
Untuk: 6 orang

KETUPAT SAYUR BETAWI

BAHAN:
2 sdm minyak goreng
500 gram pepaya muda, kupas, potong bentuk korek api
10 lonjor kacang panjang, potong 3 cm
3 sdm ebi kering
1,5 liter santan dari 2 butir kelapa
2 batang serai, memarkan
3 cm lengkuas, memarkan
2 lembar daun salam
1 sdm kaldu bubuk rasa ayam
Haluskan :
7 cabai merah besar
8 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt terasi goreng
1 sdt garam dan 1/2 sdt merica bubuk
Pelengkap : ketupat, bawang goreng dan kerupuk
CARA MEMBUAT:
  1. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum,
  2. Masukkan ebi, santan, serai, lengkuas, daun salam, didihkan.
  3. Setelah mendidih masukkan pepaya muda, masak hingga lunak,
  4. Tambahkan kacang panjang, dan kaldu bubuk rasa ayam. Masak sebentar, angkat.
  5. Siapkan mangkuk isi dengan ketupat sayur lodeh, taburi dengan bawang goreng dan kerupuk.
  6. Sajikan hangat.
Untuk : 8 orang

AYAM GORENG

BAHAN:
1 ekor ayam kampung potong 4 bagian
2 batang serai memarkan
3 cm lengkuas memarkan
3 lembar daun salam
1 sdm gula merah sisir
2 sdm air asem jawa
1 biji pala memarkan
1 sdt kaldu bubuk rasa ayam
250 ml santan dari 1/2 butir kelapa
Minyak untuk menggoreng sucukupnya
Haluskan :
8 butir bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdm jintan sangrai
1 sdt jintan sangrai
1 sdt merica butiran
5 butir kemiri sangrai
5 cm kunyit baker
1 cm jahe
CARA MEMBUAT:
  1. Ayam setelah dicuci bersih, tiriskan.
  2. Siapkan wajan, taruh ayam lumuri dengan bumbu halus masukkan serai, lengkuas, daun salam, gula merah, air asem, pala, kaldu bubuk dan santan.
  3. Masak dengan api sedang hingga ayam lunak, angkat.
  4. Sajikan bersama nasi uduk.
  5. Catatan : sisa bumbu ungkep dapat dipergunakan untuk mengungkep tahu dan tempe, untuk ati ampla, usus sapi, usus ayam, empal dan paru, rebus dulu hingga lunak, kemudian beri bumbu sama dengan ayam, diamkan selama 30 menit dan goreng hinggamatang, sate udang bumbu sama dengan ayam langsung goreng.
Untuk : 4 orang

GADO GADO SIRAM

BAHAN:
150 gram kol,iris
1 ikat bayam,siagi
50 gram taoge,siagi
6 lonjor kacang panjang, potong 4 cm
1 buah tahu putih,goreng
150 gram tempe,goreng
1 buah ketimun,potong dadu
2 butir telur,rebus matang
Emping goreng secukupnya
Bumbu Kacang:
300 gram kacang tanah,goreng,haluskan
500 ml santan dari 1 butir kelapa
1 batang serai,memarkan
2 lembar daun jeruk
4 sdm saus tomat botolan
2 sdm kecap manis
2 sdm minyak goreng
1 sdm penyedap rasa ayam
Haluskan:
2 cabe merah
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
2 cm kencur
1 sdt garam
Pelengkap: Daun selada,tomat,dan telur rebus
Taburan: bawang goreng
CARA MEMBUAT:
  1. Saus:panaskan minyak,tumis bumbu halus hingga harum.Campur tumisan bumbu dengan kacang tanah,santan,serai,daun jeruk,saus tomat,kecap manis,dan penyedap rasa ayam,aduk rata,masak hingga mendidih,angkat.
  2. Rebus sayuran hingga matang,angkat,tiriskan.
  3. Siapkan pinggan,tata sayuran,tahu,dan tempe.
  4. Tuangkan bumbu kacang atau sajikan terpisah,taburi bawang goreng.
  5. Lengkapi dengan telur rebus dan emping goreng,
  6. Sajikan segera.
Untuk: 6 orang.


GUDEG CEKER

BAHAN:
750 gr nangka muda, kupas, potong-potong
500 ml air kelapa
750 ml santan kental dari 2 butir kelapa
4 butir telur, rebus matang, kupas
2 lembar daun jati
150 gr gula merah
6 lembar daun salam
4 cm lengkuas, memarkan
100 gr daging sapi, potong-potong
10 ceker ayam, cuci bersih
Haluskan:
12 butir bawang merah
6 siung bawang putih
8 butir kemiri, sangrai
1 sdm ketumbar, sangrai
1 sdt garam
CARA MEMBUAT:
  1. Cuci bersih nangka, rebus sebentar dengan air kelapa, angkat.
  2. Siapkan panci, alasi dasar panci dengan daun jati.
  3. Taruh setengah bagian nangka muda dan setengah bagian bumbu halus.
  4. Tambahkan sisa setengah bagian nangka muda, telur, sisa bumbu, gula merah, daging sapi, dan ceker ayam.
  5. Tambahkan santan dan tutup pancinya.
  6. Masak dengan api sedang hingga gudeg matang dan ceker lunak, angkat.
  7. Sajikan dengan nasi hangat.
Untuk: 6 orang

GULAI JANTUNG PISANG

BAHAN:
1 buah jantung pisang batu
2 sdm minyak goreng
500 ml santan kental dari 1 butir kelapa
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas
3 lembar daun jeruk
2 sdm air asam jawa
Haluskan:
5 cabai merah besar
8 butir bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdt garam dan 1/2 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
CARA MEMBUAT:
  1. Buang kulit luar jantung pisang, kemudian potong jadi dua memanjang, lalu iris tipis dan cuci bersih. Rebus sampai layu, angkat, tiriskan.
  2. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus sampai harum, masukkan salam, lengkuas, dan daun jeruk.
  3. Masukkan santan, masak hingga bumbu merata dan kuah menyusut.
  4. Tambahkan jantung pisang, masak sebentar, angkat.
  5. Sajikan dengan nasi putih.
Untuk: 6 orang

EMPAL PRAKTIS

BAHAN:
500 gram daging sapi has dalam
3 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
2 lembar daun jeruk
300 ml air
3 sdm air asam Jawa
minyak goreng secukupnya
Bumbu halus :
5 Butir bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdm ketumbar, sangrai
1 sdt garam dan 1 sdt merica butiran
3 sdm gula merah sisir
Pelengkap : Sambal bajak dan lalapan
CARA MEMBUAT:
  1. Rebus daging bersama dua daun salam, lengkuas, daun jeruk, air asam jawa, dan bumbu halus, masak hingga daging lunak, angkat.
  2. Potong daging memotong serat setebal 1 cm, lalu memarkan.
  3. Panaskan minyak, goreng daging hingga kecoklatan, angkat.
  4. Sajikan dengan nasi putih, sambal bajak dan lalap sayuran.
Untuk : 4-6 orang


EMPAL
BAHAN:
1 kg daging sapi bagian gandik/ paha
4 lembar daun salam
250 ml santan kental
minyak untuk menggoreng
Haluskan :
10 butir bawang merah
6 siung bawang putih
1 sdm ketumbar, sangrai
2 sdt garam
1 sdm gula merah iris
Taburan :
Bawang goreng
CARA MEMBUAT:
  1. Rebus daging sapi bagian gandik sampai lunak, angkat. Potong daging selebar 5 cm mengikuti serat dan tebal 1 cm, memarkan.
  2. Didihkan santan bersama bumbu halus dan daun salam.
  3. Masukkan daging dan masak sampai santan menyusut, angkat.
  4. Suwir-suwir sebagian daging, sisihkan.
  5. Panaskan minyak, goreng daging hingga kecoklatan, angkat, tiriskan.
  6. Sajikan sebagai pelengkap nasi rawon dengan taburan bawang goreng.
Untuk : 8 orang

DAGING PANGGANG SAPI PEDAS

BAHAN:
750 gram daging sapi bagian paha
2 lembar daun salam dan 1 sdt garam
1 sdm ROYCO rasa ayam
5 sdm minyak goreng
Sambal:
350 gram cabai merah besar
10 buah cabai rawit
10 butir bawang merah
8 siung bawang putih
2 cm jahe, memarkan
5 buah tomat sayur, iris
1 sdt garam dan 1/2 sdt merica bubuk
2 sdm air jeruk nipis
CARA MEMBUAT:
  1. Rebus dging bersama daun salam dan garam hingga lunak, angkat.Iris daging mengikuti serat, pukul-pukul hingga pipih.
  2. Panggang daging di atas bara api hingga kecoklatan, angkat.
  3. Sambal: panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan tomat sayur, garam, merica dan ROYCO rasa ayam, masak hingga sambal matang.
  4. Masukkan air jeruk nipis dan daging panggang, aduk rata, angkat.
  5. Sajikan hangat dengan nasi putih.
Untuk : 4 orang

DENDENG BATOKOK

BAHAN:
500 gr daging sapi has dalam
1,5 liter air/air kelapa
Haluskan:
1 sdm ketumbar
5 siung bawang putih
1 cm jahe
2 sdt garam
Sambal:
300 gr cabai hijau
10 bawang merah
5 buah tomat hijau sayur, iris
6 sdm minyak goreng
1/2 sdt kaldu bubuk rasa sapi
50 ml kaldu
1 sdm air jeruk nipis
CARA MEMBUAT:
  1. Rebus daging bersama bumbu halus sampai lunak, angkat. Iris daging memotong serat setebal 1 cm, kemudian ditokok (pukul atau pipihkan pelan-pelan).
  2. Panggang hingga cokelat gelap, sisihkan.
  3. Sambal: pukul-pukul cabai hijau dan bawang merah hingga pipih.
  4. Panaskan minyak goreng, tumis cabai merah dan bawang merah sampai harum.
  5. Masukkan kaldu sisa merebus dan kaldu bubuk, didihkan sampai kuah menyusut.
  6. Tambahkan irisan tomat dan air jeruk nipis, masak sebentar, angkat.
  7. Penyajian: tata daging panggang dalam pinggan, tuangkan sambalnya
  8. Segera sajikan.
Untuk: 4 orang

COTO MAKASAR

BAHAN:
500 gram daging sapi, sandung lamur
500 gram babat, rebus matang
300 gram hati sapi, rebus matang
200 gram jantung sapi, rebus matang
5 batang serai memarkan
4 sm lengkuas memarkan
2 cm jahe memarkan
5 lembar daun salam
250 gram kacang tanah, goreng haluskan
2,5 liter air cuci beras/tajin
1 sdm bumbu kaldu bubuk rasa sapi
6 sdm minyak sayur
Haluskan :
10 siung bawang putih
8 butir kemiri sangrai
1 sdm ketumbar sangrai
1 sdt jintan sangrai
1 sdt garam dan 1 sdt merica butiran
Pelengkap : bawang goreng, irisan daun bawang dan irisan seledri, sambal taoco
Haluskan : 10 bawang merah, 5 siung bawang putih, 10 cabai keriting rebus sebentar, 100
gram taoco, tumis dengan 6 sdm minyak sayur hingga matang, haluskan tambahkan
garam dan gula merah.
CARA MEMBUAT:
  1. Rebus daging sapi, babat, hati dan jantung, beri serai, lengkuas, jahe dan salam setelah matang angkat, tiriskan, potong dadu. Jerohan sapi matang, potong dadu. Sisihkan.
  2. Panaskan minyak, tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum, masukkan kedalam kaldu, tambahkan kacang tanah goreng, didihkan.
  3. Penyajian, siapkan mangkuk, isi dengan daging dan jerohan beri kuahnya, taburi bawang goreng, irisan daun bawang dan seledri sajikan dengan buras dan sambal taoco.
  4. Sajikan hangat.
Untuk : 6 orang

BUBUR AYAM KUAH SOTO
BAHAN:
Bubur:
200 gr beras, cuci bersih, tiriskan
2 liter air
2 lembar daun pandan
2 lembar daun salam
1 sdt garam
Kuah:
1 dada ayam
1 batang daun bawang dan 2 batang seledri
1 liter air
1 batang serai, 3 lembar daun jeruk, dan 2 cm jahe, memarkan
6 sdm KECAP BANGO rasa manis
3 sdm minyak goreng
Haluskan:
8 butir bawang merah
5 siung bawang putih
3 cm kunyit, bakar
5 butir kemiri, sangrai
1 sdm garam dan 1 sdt merica bubuk
Pelengkap:
100 gr kacang kedelai goreng
5 buah cakwe, iris
Irisan daun bawang, irisan seledri, bawang goreng, dan kerupuk merah
Sambal rebus atau sambal botolan
CARA MEMBUAT:
  1. Bubur: masak beras bersama air, daun pandan, salam, dan garam hingga menjadi bubur yang kental, angkat, sisihkan.
  2. Kuah: panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum, angkat.
  3. Rebus ayam bersama tumisan bumbu, daun bawang, batang seledri, serai, daun jeruk, dan jahe hingga ayam lunak, angkat. Suwir-suwir ayam.
  4. Tambahkan KECAP BANGO rasa manis dalam kaldu sisa merebus, masak sebentar, angkat.
  5. Penyajian: siapkan mangkuk, isi dengan bubur dan ayam suwir.
  6. Taburi kacang kedelai goreng, daun bawang, seledri, dan bawang goreng.
  7. Tuangkan kuah soto secukupnya.
  8. Hias dengan kerupuk merah. Sajikan segera
Untuk: 8 orang

BUBUR AYAM ISTIMEWA
BAHAN:
2 sdm minyak goreng
1 sdm minyak wijen
5 siung bawang putih, cincang
100 gr bawang bombay, cincang
1/2 ayam, potong kecil-kecil
2 sdm saus tiram
1 sdt garam, 1/2 sdt merica bubuk
1 sdm ROYCO rasa ayam
150 gr jamur kancing kaleng, iris
150 gr jagung manis pipilan
Bubur:
150 gr beras
800 ml air
3 cm jahe, memarkan
2 batang serai, memarkan
Taburan: kulit pangsit, iris, goreng; daun ketumbar
Pelengkap: saus sambal botolan dan acar ketimun
CARA MEMBUAT:
  1. Bubur: masak beras bersama air, jahe, dan serai hingga menjadi bubur setengah matang, angkat.
  2. Panaskan minyak bersama minyak wijen, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum.
  3. Masukkan ayam, saus tiram, garam, dan merica bubuk, masak hingga ayam berubah warna.
  4. Tambahkan ROYCO rasa ayam, jamur, dan jagung, masak hingga ayam lunak, angkat. Masukkan ke dalam bubur, aduk rata.
  5. Masak bubur bersama ayam hingga bumbu merata dan ayam lunak, angkat.
  6. Sajikan hangat, taburi pangsit goreng dan daun ketumbar.
  7. Lengkapi dengan saus sambal dan acar.
Untuk: 6 orang

BUBUR SAYURAN

BAHAN:
100 gr beras
750 ml air
1 lembar daun pandan
2 batang serai, memarkan
1 sdt garam
150 gr jagung manis pipilan
250 gr labu kuning, potong dadu
1 ikat bayam
1 ikat kangkung
2 ikat daun kemangi
Pelengkap: sambal tomat dan ikan jambal asin goreng
CARA MEMBUAT:
  1. Buat bubur: masak beras bersama air, daun pandan, batang serai, dan garam hingga menjadi bubur yang lunak.
  2. Masukkan jagung manis dan labu kuning, masak hingga lunak.
  3. Tambahkan bayam dan kangkung, masak sebentar, masukkan kemangi, aduk rata, angkat.
  4. Sajikan bubur sayuran dengan sambal tomat dan ikan jambal asin.
Untuk: 4 orang

BANDENG BUMBU ACAR

BAHAN:
2 ekor bandeng (400 gram), potong 3 bagian
2 sdm air jeruk nipis dan 1/2 sdt garam
minyak untuk menggoreng
2 buah ketimun, buang bijinya, potong bentuk korek api
2 buah wortel, kupas, potong bentuk korek api
15 butir bawang merah, kupas
3 buah cabai merah besar
20 buah cabai rawit merah
2 batang serai, memarkan
5 lembar daun jeruk
250 ml air
2 sdm cuka masak
1/2 sdt garam dan 1/4 sdt merica bubuk
2 sdt kaldu bubuk instan rasa ayam
Haluskan:
3 butir bawang merah
3 siung bawang putih
5 butir kemiri sangrai
6 cm kunyit, bakar
1 sdm gula pasir
CARA MEMBUAT:
  1. Siangi bandeng, cuci bersih lalu lumuri dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan selama 10 menit.
  2. Panaskan minyak, goreng bandeng hingga matang, angkat, sisihkan.
  3. Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan serai, daun jeruk, air, cuka masak, garam, dan merica bubuk, didihkan.
  4. Setelah mendidih dan kuah terserap, masukkan wortel, ketimun, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan kaldu bubuk instan rasa ayam, masak sebentar.
  5. Masukkan bandeng goreng, aduk rata, angkat.
  6. Sajikan hangat dengan nasi putih
Untuk: 4 orang

AYAM GORENG GURIH

BAHAN:
1 ekor ayam, potong jadi 20 bagian
1 sdm air jeruk nipis dan 1 sdt garam
2 cm jahe, memarkan
2 lembar daun salam
1 liter air
Haluskan:
10 siung bawang putih
8 butir kemiri, sangrai
2 sdm ketumbar, sangrai
1 sdm garam
Bumbu gurih:
20 gr tepung sagu
1 sdt baking powder
Minyak goreng secukupnya
Pelengkap: lalap sayuran dan sambal bajak: 3 buah cabai merah besar, 8
buah cabai rawit merah, dan 1 buah tomat, goreng hingga setengah
matang, angkat, haluskan. Tambahkan 1 sdt terasi matang dan 1/4 sdt
garam, aduk rata.
CARA MEMBUAT:
  1. Cuci bersih ayam, lumuri dengan air jeruk nipis dan 1 sdt garam, diamkan 15 menit, cuci bersih lagi, tiriskan.
  2. Rebus ayam bersama jahe, daun salam, dan bumbu halus.
  3. Masak ayam sampai lunak, gunakan api sedang, angkat.
  4. Tiriskan ayamnya, sisihkan kuahnya.
  5. Bumbu gurih: ambil kuah ayam sebanyak 500 ml, campur dengan tepung sagu, masak hingga mengental, angkat, dinginkan. Setelah dingin, tambahkan dengan baking powder, aduk rata, sisihkan.
  6. Panaskan minyak, goreng ayam hingga cokelat keemasan, angkat. Tuangkan bumbu gurih di atas ayam sesendok-sendok, goreng hingga kuning dan bersarang, angkat.
  7. Sajikan hangat dengan lalap sayuran dan sambal bajak.
Untuk: 6 orang

KUMPULAN RESEP MAKANAN

AYAM GORENG RENYAH

Bahan :
1 ekor ayam, potong 20 bagian
1 sdt garam dan 1/2 sdt merica bubuk
Adonan pencelup :
2 putih telur
6 sdm susu cair
Lapisan tepung :
350 gram tepung terigu
75 gram tepung sagu
2 sdt garam, 1 sdt merica bubuk
1 sdm ROYCO bumbu pelezat serbaguna rasa ayam
1 sdt cabai bubuk
Minyak untuk menggoreng secukupnya
Cara membuat :
1. Ayam cuci bersih, tiriskan dan lumuri dengan garam dan merica bubuk, remas dan
diamkan selama 15 menit.
2. Pencelup : putih telur campur dengan susu cair, aduk rata.
3. Lapisan tepung : campur tepung terigu dengan sagu, garam, merica, ROYCO dan
cabai bubuk, aduk rata.
4. Panaskan minyak goreng, ayam celupkan ke adonan telur, angkat dan lumuri
dengan tepung berbumbu, remas-remas hingga tepung rata ke seluruh bagian ayam,
dan goreng hingga matang kecoklatan, angkat.
5. Sajikan dengan kentang goreng dan saus cabai botolan.
Untuk : 4 orang

SAMBAL GORENG HATI AYAM

12 buah hati ayam, cuci bersih, tiriskan
50 gram kapri
1 buah cabai merah, iris tipis serong
500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
250 ml santan dari 1/2 butir kelapa
4 lembar daun jeruk, 2 lembar daun salam, dan 2 batang serai, memarkan
1 sdm air asam jawa
8 sdm KECAP BANGO rasa manis
Minyak goreng secukupnya
BUMBU HALUS:
10 buah cabai merah
10 butir bawang merah
6 siung bawang putih
2 sdt garam
CARA MEMBUAT:
1. Panaskan 2 sendok makan minyak, tumis cabai merah sebentar, angkat.
2. Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan hati
ayam, daun jeruk, daun salam, serai, dan air asam jawa. Tambahkan santan
encer, didihkan.
3. Tambahkan santan kental dan KECAP BANGO rasa manis, masak hingga
kelihatan berminyak, masukkan kapri, aduk rata, angkat.
4. Sajikan sebagai pe lengkap nasi langgi, taburi dengan irisan cabai merah
goreng.
Untuk: 6 orang

NASI AYAM

Bahan :
1 buah tahu kuning, takwa, potong dadu kecil dan goreng
4 butir telur ayam rebus matang dan goreng
1 dada ayam rebus dengan 1,5 liter air, 1 batang daun bawang dan 1 batang seledri
setelah matang, potong dadu kecil
Kuah ayam :
2 sdm minyak goreng
5 siung bawang putih, cincang halus
1 liter kaldu
1 sdt garam dan 1/2 sdt merica bubuk
2 sdm air
Pelengkap :
Perkedel udang : 200 gram udang haluskan campur 1 butir telur, 2 sdm tepung
maizena, 1 sdt garam dan 1/4 sdt merica bubuk
2 sdm irisan daun bawang, 2 sdm irisan seledri, bawang goreng
Sambal dan nasi putih secukupnya
Cara membuat :
1. Kuah ayam, panaskan minyak tumis bawang putih hingga harum, masukkan
ke dalam kaldu, didihkan tambahkan garam, merica dan ROYCO cair, setelah
mendidih, angkat.
2. Perkedel udang : campur udang yang telah dihaluskan dengan telur, maizena,
garam dan merica bubuk, cetak sesendok-sesendok, goreng hingga matang,
angkat dan iris.
3. Siapkan mangkuk isi dengan nasi, beri isian potongan ayam, tahu takwa
goreng, perkedel udang, potongan telur, tuangkan kuahnya, taburi dengan
daun bawang, seledri dan bawang goreng.
4. Sajikan hangat dengan sambal rebus.
Untuk : 8 orang

AYAM BUNGKUS SAUS MENTEGA
Bahan :
2 dada ayam tanpa tulang, potong dua memarkan
minyak goreng secukupnya
Lapisan tepung :
150 gram tepung terigu
1 butir telur ayam
50 ml air
1/2 sdt garam, 1/2 sdt merica bubuk
1 sdt ROYCO bumbu pelezat serbaguna rasa ayam
1/2 sdt baking powder
Saus mentega :
2 sdm margarin
1/2 bawang bombay, iris
2 siung bawang putih, memarkan
3 sdm kecap manis
1 sdm kecap inggris
50 ml air
1/2 sdt ROYCO bumbu pelezat serbaguna rasa ayam
3 sdm kacang polong beku
Pelengkap : kentang goreng
Cara membuat :
1. Lapisan tepung : campur tepung terigu dengan telur, air, garam, merica dan
ROYCO dan baking powder, aduk rata.
2. Panaskan minyak, ayam setelah dimemarkan, celupkan ke dalam lapisan
tepung, angkat dan goreng hingga kecoklatan, angkat.
3. Saus : panaskan margarin dan minyak sisa menggoreng 2 sdm, tumis bawang
bombay dan bawang putih hingga harum, masukkan kecap manis, saus inggris,
air dan ROYCO dan didihkan. Setelah mendidih tambahkan kacang polong,
masak sebentar dan angkat.
4. Siapkan pinggan tata ayam, potong-potong, tuangkan saus diatasnya, lengkapi
dengan kentang goreng.
5. Sajikan hangat.
Untuk : 4 orang

MI GORENG PEDAS

Bahan :
saus 3 rasa
3 sdm kecap ikan
6 sdm air asam pekat
5 sdm gula merah, sisir
mi goreng :
2 sdm minyak goreng
1 buah tahu takwa, potong kecil-kecil
3 siung bawang putih, cincang
200 gram udang, buang kulit sisakan ekornya, belah punggungnya
50 gram udang kering/ebi cincang
300 gram kwetiau Bangkok
100 ml air
50 gram kacang tanah, sangrai, cincang
2 sdt cabai bubuk
50 gram taoge, siangi cuci bersih
50 gram kucai, potong 3 cm
2 sdm ROYCO cair
Cara membuat :
1. Saus : 3 rasa : 50 gram asam jawa campur dengan 8 sdm air, remas-remas dan
saring, tambahkan kecap ikan dan gula merah, masak hingga mendidih dan
gula larut, angkat.
2. Panaskan minyak goreng, masukkan tahu, aduk rata, tambahkan bawang putih
dan masak hingga harum.
3. Masukkan udang, masak hingga udang berubah warna, masukkan kwetiau dan
air, masak hingga kwetiau lunak.
4. Masukkan saus 3 rasa, kacang, ebi, cabai bubuk dan ROYCO cair, aduk rata,
tambahkan kucai dan taoge, masak sebentar, angkat.
5. Sajikan hangat.
Untuk : 3 orang

SUP BENING SEAFOOD
Bahan :
1 1/4 liter air
1 sdm ROYCO bumbu pelezat serbaguna rasa ayam
2,5 cm lengkuas, iris dan memarkan
3 batang serai, iris serong bagian putihnya saja
2 batang akar daun ketumbar, potong memarkan
5 lembar daun jeruk purut, hilangkan tulang daun yang keras, dan cabik-cabik
15=20 cabai rawit, memarkan
600 gram udang, kupas dan belah punggungnya
250 gram cumi, potong menurut selera
300 gram jamur segar, potong-potong
7 sdm kecap ikan
5 sdm air jeruk nipis
Taburan : 2 batang daun ketumbar
Cara membuat :
1. Didihkan air, tambahkan ROYCO, tambahkan lengkuas, serai, akar daun
ketumbar, daun jeruk purut, dan cabai rawit, tambahkan udang, cumi dan
potongan jamur.
2. Setelah mendidih kembali masukkan kecap ikan, aduk rata, tambahkan air,
jeruk nipis dan daun ketumbar.
3. Sajikan hangat.
Untuk : 4 orang

MI GODOG GANDUL
Bahan :
250 gram mi telur basah
2 lembar kol
1 batang daun bawang, iris
1 batang seledri, iris
2 butir telur ayam, kocok lepas
2 sdm minyak goreng
500 ml air
1 sdm ROYCO kaldu bubuk rasa ayam
Haluskan :
5 butir kemiri sangrai
5 siung bawang putih
1 sdm udang ebi
1/2 sdm garam dan 1/2 sdt merica bubuk
Pelengkap : ayam goreng suwir, bawang goreng dan acar mentimun dan cabai rawit
dan kerupuk
Cara membuat :
1. Panaskan minyak goreng tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum, masukkan
telur, buat orak-arik, tambahkan air didihkan setelah mendidih masukkan kol, daun
bawang iris dan mi dan ROYCO, masak hingga sayuran matang.
2. Taruh dalam mangkuk, beri ayam goreng suwir dan bawang goreng. Sajikan hangat
dengan acar mentimun cabai rawit.
Untuk : 2 orang

GULAI AYAM SAYURAN
Bahan :
1 ekor ayam, potong 20 bagian
1 sdm air jeruk nipis dan 1/2 sdt garam
3 sdm minyak goreng
1 liter santan dari 1 butir kelapa
500 ml santan kental dari 1 butir kelapa
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas
3 lembar daun jeruk
250 gram nangka muda, potong-potong rebus matang
5 lonjor kacang panjang, potong-potong
3 lembar kol iris
2 sdm air asam jawa
1 sdm bumbu pelezat serba guna rasa ayam
Haluskan :
5 cabai merah besar
8 buah bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdt garam dan 1/2 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
Cara membuat :
1. Ayam cuci bersih, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan sebentar,
cuci bersih kembali dan tiriskan.
2. Panaskan minyak goreng, bumbu halus hingga harum, masukkan ayam, salam,
lengkuas dan daun jeruk, masak hingga ayam berubah warna, masukkan
santan encer, masak hingga ayam matang dan kuah menyusut, tambahkan
nangka muda, kacang panjang, kol, santan kental dan bumbu pelezat serba
guna rasa ayam, masak sebentar angkat.
3. Sajikan dengan nasi.
Untuk : 6 orang

AYAM BAKAR PEDAS
Bahan :
1 ekor ayam berat 900 gram, potong 4 bagian
2 sdm air jeruk nipis dan 1 sdt garam
6 batang serai memarkan
3 lembar daun jeruk
3 cm jahe memarkan
3 sdm air asam jawa pekat
10 sdm kecap manis BANGO
200 ml air
2 sdm minyak goreng
150 gram cabai giling
Haluskan :
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdm ketumbar sangrai
1 sdt jintan sangrai
Pelengkap : sambal bajak dan lalap sayuran
Cara membuat :
1. Ayam cuci bersih, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan sebentar,
cuci bersih kembali dan tiriskan.
2. Panaskan minyak, tumis cabai giling dan bumbu halus hingga harum,
masukkan ayam, serai, daun jeruk dan jahe, masak hingga ayam berubah
warna, masukkan kecap manis BANGO dan air, masak hingga ayam lunak dan
kuah mengental, angkat.
3. Panggang ayam diatas bara api atau oven hingga mengering, angkat.
4. Sajikan hangat dengan nasi putih dan lalap sayuran.
Untuk : 4 orang

NASI KUNING KOMPLIT

Bahan :
2 sdm minyak goreng/minyak samin
1 buah bawang Bombay, potong-potong
500 gram beras putih
5 cm kunyit, parut atau 1 sdt kunyit bubuk
1 ekor ayam potong 20 bagian
3 batang wortel, potong dadu
5 cm kayu manis
1 biji pala memarkan
2 biji peka
3 batang serai memarkan
5 cm jahe memarkan
1 liter air panas
1 sdm ROYCO bumbu pelezat rasa ayam
Haluskan :
5 siung bawang putih
1 sdm ketumbar
1 sdt jintan
3 buah kapolaga
2 sdt garam dan 1 sdt merica butiran
Taburan : bawang goreng
Cara membuat :
1. Beras rendam campur dengan kunyit parut dan diamkan selama 15 menit, cuci
bersih dan tiriskan.
2. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu yang dihaluska bersama bawang
bombay hingga harum, masukkan ayam, wortel, kayu manis, peka, masak
hingga berubah warna.
3. Masukkan beras, aduk rata, tambahkan air panas, ROYCO dan masak hingga
menjadi nasi aron.
4. Kukus selama 30 menit hingga matang, angkat.
5. Sajikan hangat taburi dengan bawang goreng.
Untuk : 8 orang

SATE MANIS
Bahan :
500 gram daging sapi has dalam, potong 2x1 cm
1/2 butir kelapa setengah tua, parut memanjang sangrai, haluskan
8 sdm kecap manis BANGO
Haluskan :
3 cabai merah besar
8 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdm ketumbar sangrai
1 sdt jintan sangrai
1 sdm asem jawa
1 sdt garam dan 1/2 sdt merica bubuk
3 sdm minyak goreng
Cara membuat :
1. Campur bumbu halus dengan kelapa sangrai halus, kecap manis BANGO dan
minyak goreng, aduk rata.
2. Masukkan potongan daging sapi, aduk rata dan diamkan selama 30 menit.
3. Ambil tusukan sate, tusuk 4-5 potong daging.
4. Panggang diatas bara api hingga matang.
5. Sajikan sebagai pelengkap Nasi Kuning Komplit.
Untuk : 8 orang

SOTO PEKALONGAN
Bahan :
750 gram daging sandung lamur
3 cm jahe, memarkan
3 batang serai, memarkan
3 lembar daun jeruk
3 sdm taoco manis
2 sdm kecap manis
1,5 liter air
Haluskan :
6 cabai merah besar
8 bawang merah
6 siung bawang putih
2 sdt garam dan 1 sdt merica butiran
3 cm kunyit bakar
Pelengkap : bawang goreng, irisan seledri, telur rebus dan emping
goreng, air jeruk nipis.
Cara membuat :
1. Rebus daging dengan jahe, serai daun jeruk hingga lunak, angkat potong
menurut selera, sisihkan.
2. Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu yang dihaluskan, potongan daging
taoco dan kecap manis, aduk rata, masukkan kembali ke dalam kaldu dan
masak sebentar, angkat.
3. Siapkan mangkuk isi dengan soto lengkapi dengan irisan telur rebus, bawang
goreng, irisan seledri dan emping goreng.
4. Sajikan hangat.
Untuk : 6 orang

SOTO PADANG

BAHAN:
500 gr daging sapi
1 potong tulang sengkel sapi
2 liter air
2 lembar daun salam
3 lembar daun jeruk
2 batang serai, memarkan
2 sdm bumbu soto padang basah siap pakai
1 sdt kaldu bubuk rasa sapi
Haluskan:
8 butir bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdt merica butiran
2 sdt garam
2 cm jahe
2 cm lengkuas
3 cm kunyit, bakar
3 sdm minyak goreng
Pelengkap:
100 gr soun, rendam hingga lunak, tiriskan
Perkedel kentang, sambal rebus, irisan seledri, daun bawang, dan bawang goreng
Paru goreng kering dan kerupuk merah
Nasi putih
CARA MEMBUAT:
1. Rebus daging sapi dan tulang sengkel hingga lunak, angkat dagingnya dan
tiriskan.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama daun salam, daun jeruk, dan
bumbu siap pakai sampai harum. Masukkan ke dalam kaldu, didihkan. 3.
Tambahkan kaldu bubuk, aduk rata, angkat.
3. Goreng daging sapi secara utuh sampai kecokelatan, angkat, lalu potong dadu,
sisihkan.
4. Penyajian: siapkan mangkuk, isi dengan soun, potongan daging atau paru
goreng, dan perkedel. Tuangkan kuahnya, taburi dengan bawang goreng,
seledri, daun bawang, dan kerupuk merah. Lengkapi dengan sambal rebus.
5. Sajikan hangat.
Untuk: 6 orang

SEMUR BETAWI

Bahan :
6 butir telur ayam rebus matang
3 buah kentang kupas potong menurut selera
6 buah tahu putih ukuran 6 cm
2 sdm minyak goreng
6 butir cengkih, 3 cm kulit kayu manis, 1/2 biji pala memarkan
10 sdm kecap manis
750 ml air
Haluskan :
7 siung bawang putih
2 siung bawang putih, 1 sdt garam dan 1/2 merica bubuk
Cara membuat :
1. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan air,
kecap manis, cengkih, kayu manis dan pala didihkan.
2. Masukkan kentang, tahu, telur, masak hingga kuah menyusut dan berwarna
gelap, angkat.

SAYUR LODEH BUMBU KUNING

Bahan :
2 sdm minyak goreng
150 gram daging sapi potong-potong
3 lembar daun salam dan 3 cm lengkuas, memarkan
500 ml santan encer dari 1/2 butir kelapa
250 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa
2 batang wortel potong menurut selera
3 buah kentang potong menurut selera
10 buncis potong menurut selera
4 lembar kol potong-potong
1 buah tomat potong-potong
12 sdt kaldu bubuk rasa ayam
Haluskan :
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
3 cabai merah besar
5 cm kunyit, bakar
2 sdt garam dan 1/2 sdt merica bubuk
Taburan : bawang goreng
Cara membuat :
1. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingg harum, masukkan daging
sapi, daun salam, lengkuas dan santan encer, didihkan masak hingga daging
lunak.
2. Masukkan kentang masak hingga matang, tambahkan wortel, buncis, kol dan
kaldu bubuk rasa ayam, masak hingga sayuran matang dan kuah menyusut.
Masukkan irisan tomat angkat.
3. Sajikan hangat, taburi dengan bawang goreng.
Untuk : 4 orang

SOTO KUDUS

Bahan :
1 Ekor ayam
2 Liter air
4 Cm jahe, memarkan
12 Siung bawang merah, iris halus
5 Butir telur ayam, rebus
100 gram taoge, eduh dengan iar panas
6 sdm daun seledri, iris
2 sdm minyak goreng
3 sdm kecap rasa manis
Bumbu halus :
8 siung bawang putih
1 sdt jintan, sangrai
1 sdt ketumbar, sangrai
8 buah kemiri, sangrai
2 cm kunyit, bakar
1 sdt garam dan 1/2 sdt meria bubuk
sambal kecap : 8 buah cabai rawit hijau, 3 siung bawang putih tumis sebentar dan
haluskan, campur dengan 100 ml kecap manis.
Cara membuat :
1. Rebus ayam, masukan jahe dan serai, masak hingga ayam lunak, angkat.
sisihkan kuah kaldunya.
2. Panaskan minyak goreng, tumis bawangmerah dan bumbu halus hingga
harum. Masukan ke dalam kaldu. tambahkan kecap manis lalu didihkan.
3. Suwir-suwir ayam, sisihkan.
4. Siapkan mangkuk, tata taoge, ayam siwir, dan telur rebus. Tuangkan kuah
dalam mangkuk, taburi dengan irisan daun seledri.
5. Sajikan soto dengan sambal kecap.
Untuk : 8 orang


SOTO BANDUNG

Bahan :
750 gram daging sapi sandung lamur
2 liter air
250 gram kacang kedelai
3 cm jahe, memarkan
2 batang serai, memarkan
2 sdm kecap manis
1 buah lobak iris tipis
2 sdm kaldu rasa sapi
Bumbu halus :
10 butir bawang merah
8 siung bawang putih
1 sdt garam dan 1/2 sdt merica bubuk
Pelengkap : irisan daun bawang, irisan seledri, bawang goreng dan sambal rebus.
Cara membuat :
1. Rendam kedelai selama 1 jam, tiriskan. Panaskan minyak, goreng hingga
matang. Angkat dan tiriskan.
2. Rebuskan daging hingga lunatk. Ambil daging dan potong menurut selera.
3. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan
kedalam kaldu hingga, didihkan kembali. masukkan daging dan irisan lobak,
kaldu rasa sapi, dan kecap. Masak sebentar, angkat.
4. Sajikan soto hangat, taburi dengan irisan daun bawang, seledri, bawang
goreng, kedelai goreng, dan sambal rebus.
Untuk : 6 orang

SOTO SOKARAJA

Bahan :
1 Kg daging sapi
2 Liter air
100 Gram soun, rendam air dingin, tiriskan.
100 Gram taoge pendek, cuci bersih
150 Gram kedelai, rendam air hingga lunak lalu goreng.
3 Cm jahe, memarkan
2 batang serai, memarkan
2 Cm lengkuas, memarkan
3 Sdm kecap manis
Haluskan :
7 butir bawang merah, 5 siung bawang putih
3 cm kunyit, bakar
5 butir kemiri, sangrai
1 sdt garam, 1/2 sdt merica bubuk
Pelengkap:
Irisan daun bawang, irisan seledri, bawang goreng, dan kerupuk
Sambal soto:
150 gram kacang tanah, goreng, lalu haluskan. Haluskan : 7 buah cbai rawit merah, 3
butir bawang merah, 2 siung bawang putih, 1 sdt garam, 1 sdm gula merah, dan 1 sdm
air asam. Panaskan 2 sdm minyak goreng, tambahkan air 250 ml hingga menjadi
sambal yang kental, angkat.
Cara membuat :
1. Rebus daging hingga setengah matang, angkat.
2. Panaskan 2 sdm minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum, masukan
kedalam kaldu tambahkan jahe, serai, lengkuas dan kecap manis. masak
hingga daging lunak dan bumbu merata, angkat. potong-potong dagingl,
sisihkan.
3. Panyajian : Siapkan mangkuk, isi dengan soun, tauge pendek dan kuah soto.
Taburi irisan daun bawang, seldri, bawang goreng, kedelai goreng, dan sambal
soto.
4. Sajikan hangat dengan lontong atau nasi.
Untuk : 8 orang

TEMPE TAHU BACEM

Bahan :
300 gram tempe, potong menurut selera
6 buah tahu, ukuran 6 cm, potong 2 bagian
5 lembar daun salam
3 cm lengkuas
2 lembar daun jeruk
2 lembar daun salam
1 batang serai
50 gram gula merah, sisir
2 sdm air asem jawa
1 liter air kelapa
Haluskan :
7 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1 sdm ketumbar, sangrai
1 sdt garam dan 1 sdt merica butiran
Minyak untuk menggoreng
Pelengkap : cabai rawit hijau
Cara membuat :
1. Siapkan wajan, taruh tahu, tempe,salam, lengkuas , daun jeruk, salam, serai,
gula merah, air asem jawa, air kelapa dan bumbu halus.
2. Masak dengan api sedang hingga kuah menyusut dan bumbu merata, angkat.
3. Panaskan minyak goreng, tahu, tempe sebentar saja.
4. Sajikan dengan cabai rawit hijau.
Untuk : 6 orang

URAP DAUN MENGKUDU

Bahan :
10 lembar daun mengkudu muda
1 ikat bayam, siangi dan cuci bersih
1 ikat kacang panjang, potong 3 cm
150 gram kol, iris cuci bersih
2 batang wortel, potong bentuk korek api rebus
50 gram taoge, siangi
1/2 butir kelapa setengah tua, kupas, parut memanjang
Haluskan :
8 siung bawang merah
5 siung bawang putih
2 cabai merah besar
2 cm kencur
1 sdt terasi bakar
1 sdt garam
1 sdm gula pasir
3 lembar daun jeruk, iris halus
Cara membuat :
1. Daun mengkudu cuci bersih, iris, remas dengan sedikit garam, cuci bersih
kembali, tiriskan dan rebus hingga lunak, angkat, tiriskan.
2. Campur bumbu yang dihaluskan dengan kelapa dan daun jeruk, aduk rata dan
siangi hingga matang, angkat dinginkan.
3. Sayuran lainnya cuci bersih dan rebus matang, tiriskan. Campur sayuran dan
bumbu matang, aduk rata.
4. Segera sajikan.
Untuk : 6 orang

LAKSA AYAM

Bahan :
1 ekor ayam, potong 4 bagian
100 gram bihun, rendam air dingin
50 gram taoge, siangi seduh air panas
2 butir telur, rebus matang
3 lembar daun jeruk
2 batang serai memarkan
3 cm jahe memarkan
3 cm lengkuas memarkan
500 ml santan encer dari 1/2 butir kelapa
500 ml santan kental dari 1 butir kelapa
2 sdt garam, 1/2 sdt merica bubuk, 1 sdt kaldu bubuk rasa ayam
2 sdm minyak goreng
1 sdm ROYCO bumbu pelezat serbaguna rasa ayam
Haluskan :
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 butir kemiri sangrai
5 cm kunyit bakar
1 sdm ketumbar, sangrai
Pelengkap : bihun, irisan seledri, daun bawang, bawang goreng dan emping
secukupnya
Cara membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan ayam, daun jeruk,
serai, jahe dan lengkuas, masak hingga ayam berubah warna, tambahkan santan encer,
dan ROYCO masak hingga ayam lunak.
2. Setelah ayam lunak, masukkan santan kental, masak sebentar, angkat ayam, tiriskan
dan suwir-suwir.
3. Siapkan mangkuk, berisi irisan lontong secukupnya, bihun dan taoge, tuangkan
kuahnya, taburi dengan irisan daun seledri, daun bawang, bawang goreng dan emping
secukupnya.
4. Sajikan hangat.
Untuk : 8 orang

OPOR AYAM DAN TELUR

Bahan :
1 ekor ayam, potong 4 bagian
8 butir telur ayam, rebus matang, kupas
3 lembar daun salam
2 batang serai memarkan
2 cm jahe memarkan
5 lembar daun jeruk
300 ml santan encer dari 1/2 butir kelapa
500 ml santan kental dari 1 butir kelapa
1 sdm air asam jawa
2 sdm minyak goreng
Haluskan :
6 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdm ketumbar sangrai
3 butir kemiri, sangrai
1 sdm gula pasir
2 sdt garam
Cara membuat :
1. ayam, cuci bersih lumuri dengan air jeruk nipis dan sedikit garam, diamkan
sebentar, cuci bersih kembali dan tiriskan.
2. Panaskan sedikit minyak goreng, tumis bumbu yang dihaluskan hingg harum,
masukkan ayam, salam, serai, jahe, daun jeruk, masak hingga ayam berubah
warna, tambahkan santan encer, masak hingga ayam lunak, tambahkan santan
kental, air asam jawa dan telur, masak hingga bumbu mengental, angkat.
3. Ambil dada ayam dan suwir-suwir, telur potong dua bagian.
4. Sajikan sebagai pelengkap nasi liwet.
Untuk : 8 orang

NASI LIWET

Bahan :
1 liter santan dari 1 butir kelapa
1/2 sdt garam
2 sdt ROYCO bumbu pelezat serbaguna rasa ayam
8 lembar daun salam
500 gram beras putih, cuci bersih
Cara membuat :
1. Didihkan santan bersama garam, dan daun salam.
2. Setelah mendidih masukkan beras dan ROYCO masak hingga menjadi nasi aron.
3. Kukus nasi aron hingga matang selama 30 menit, angkat.
Untuk : 8 orang

SATE PADANG

Bahan :
350 gram hati sapi, rebus sebentar,potong dadu
1 lidah sapi, rebus matang, potong dadu
500 gram daging sapi has dalam, potong dadu
3 batang serai memarkan
4 cm jahe memarkan
2 cm lengkuas memarkan
1 lembar daun kunyit
4 lembar daun jeruk
500 ml air
50 gram tepung beras, larutkan dengan sedikit air
Haluskan :
8 cabai merah besar
10 siung bawang merah
6 siung bawang putih
1 sdm ketumbar, sangrai
1 sdt jintan, sangrai
5 cm kunyit
1 sdt garam dan 1/2 sdt merica bubuk
Pelengkap : ketupat dan bawang goreng
Cara membuat :
1. Campur bumbu yang dihaluskan dengan hati sapi, daging sapi dan lidah sapi,
diamkan selama 30 menit.
2. Masak daging bersma rendamannya, serai, jahe, lengkuas, daun kunyit dan
daun jeruk hingga matang, angkat daging dan kuah kentalkan dengan larutan
tepung beras hingga mengental, angkat.
3. Siapkan tusukan sate. Tusuk 4-5 potong daging dan panggang diatas bara api
sebentar, angkat.
4. Siapkan pinggan beri ketupat dan sate, tuangkan sausnya, taburi dengan
bawang goreng.
Untuk : 35 tusuk

BULU (FEATHER) DAN RAMBUT (HAIR)

Feather (bulu)
Bulu adalah suatu struktur epidermis yang membentuk penutup luar yang meru-pakan salah satu ciri utama yang membedakan Kelas Aves dari yang lain. Seperti halnya ram- but, kuku dan sisik, bulu adalah tambahan integumenter; organ kulit yang terbentuk dari pembiakan terkendali sel biologis dalam epidermis, atau kulit luar, yang menghasil- kan protein keratin.
Bulu melindungi burung dari air dan suhu sejuk dan memberikan warna yang kadang kala digunakan sebagai penyamaran dari pemangsa dan kadang kala sebagai cara komunikasi visual. Walaupun setiap bulu amat ringan, bulu burung berat dua hingga tiga kali dibandingkan tulangnya.

Hair (rambut)
Rambut adalah organ seperti benang yang tumbuh di kulit hewan atau manusia. Rambut memiliki fungsi yang sama dengan bulu pada unggas. Yang memiliki rambut adalah kelas mammalia. Rambut tumbuh dari epidermis (kulit luar), walaupun berasal dari folikel rambut yang berada jauh di bawah dermis.
Pada manusia, rambut tumbuh pada daerah-daerah tertentu di tubuh. Di kepala, diatas mata yang disebut alis, dan rambut-rambut halus yang menutupi tubuh. Pada saat memasuki masa pubertas, tumbuh rambut-rambut pada daerah sekitar kemaluan. Pada pria, mulai tumbuh rambut di atas bibir yang disebut kumis dan di sekitar dagu dan leher yang disebut jenggot atau cambang. Ini merupakan tanda kelamin sekunder bagi pria. Ada pula rambut yang tumbuh di daerah ketiak, yang ditemukan baik pada pria maupun wanita.
Pada hewan primata, rambut ini menutupi hampir sekujur tubuh kecuali wajah dan telapak tangan dan kaki. Rambut berfungsi sebagai pelindung bagi hewan, juga sebagai tanda kelamin sekunder pada manusia.
  • Komponen rambut terdiri dari 70 – 80% keratin, 3-6% senyawa minyak, 1% zat warna melanin dan pheomelanin ( pigmen warna lebih muda ), 15% kelembaban air dan sisanya adalah karbohidrat dan unsure-unsur mineral.
  • Sedangkan komposisi kimiawi batang rambut adalah 44,5% karbon, 30% Oksigen, 14% Nitrogen, 6,5% Hidrogen, 5% Belerang.
  • Unsur-unsur ini terutama terdapat dalam zat tanduk (keratin).
  • Keratin adalah suatu protein yang terdiri atas gabungan gugus- gusus peptide, ( yang merupakan gabungan kompleks-kompleks asam amino ) hasil penggabungan inilah membentuk molekul keratin yang berbentuk ulir.
  • Struktur rambut terdiri dari tiga lapisan utama, susunan dari yang terluar ke dalam adalah selaput rambut ( cuticle ), kulit rambut ( cortex ) dan sumsum rambut ( medulla ).
Selaput Rambut ( Cuticle )
  • Lapisan terluar batang rambut terdiri dri susunan sekitar 7-10 sel-sel tanduk pipih, keras dan transparan/tembus cahaya yang memancarkan warna rambut.
  • Lapisan ini tersusun bagaikan genteng atau sirap rumah, terbuat dari keratin dengan tepi luarnya searah dengan arah pertubuhan rambut.
  • Celah-celah di antara susunan sel-sel itu disebut imbrikasi.
  • Kutikula berfungsi melindungi kulit rambut (korteks) di bawahnya, dari kerusakan dan kekeringan.
  • Kutikula dapat rusak karena factor internal dan eksternal. Factor internal : diet dan sakit atau obat ( minuman keras).
  • Factor eksternal : kerusakan fisik, ( menyisir, sasak, panas) dan kerusakan kimia (treatment kimia).
  • Jika kutikula rusak maka rambut akan menjadi porus, kering dan bercabang. Sedangkan kutikula yang sehat, rambut akan terasa lembut, dan bercahaya.
Kulit Rambut (cortex)
  • Kortex terdiri dari sel-sel tanduk yang membentuk kumparan panjang, sejajar dengan batang rambut.
  • Masing-masing sel tanduk dapat diuraikan lagi menjadi satuan yang lebih halus dan disebut mikrofibril.
  • Setiap mikrofibril terdiri dari pilinan sekitar 11 molekul keatin yang disebut protofibril, berbentuk spiral inilah yang menjadikan rambut bersifat elastic, dapat ditarik memanjang dan ketika dilepas kembali memendek ke ukuran semula.
  • Selain itu di tempat-tempat tertentu disepanjang alur spiral tersbut , terdapat hubungan antar molekul yang terjadi karena adanya ikatan hydrogen dan ikatan sulfide.
  • Secara bersama-sama ikatan hydrogen dan ikatan sulfide membuat rambut kita elastis, kuat, dan memberi bentuk ( keriting atau lurus).
  • Ikatan hydrogen mudah terpatahkan hanya oleh air , tetapi ikatan sulfida sangat kuat dan hanya dapat dipatahkan oleh larutan kimiawi (seperti proses pengeritingan dan pelurusan rambut).
  • Struktur rambut 90%nya terdiri dari korteks dan semua proses tata rambut yang menggunakan zat-zat kimiawi berlangsung di dalam korteks.
Sumsum Rambut ( Medulla)
  • Medulla merupakan inti dari rambut . medulla terdapat di bagian terdalam lingkaran konsentris batang rambut yang tebal.
  • Terdiri dari sel-sel tanduk yang mengecil dalam bentuk tidak teratur.
  • Di antara sel-sel tanduk yang mengecil terdapat rongga-rongga udara .seangkan untuk batang rambut tipis ( umumnya pada rambut pirang ) tidak memiliki medulla.
  • Fungsi utama medulla adalah penghasil sel, untuk menumbuhkan rambut , pigmentasi rambut dan penghasil protein keratin.
Persebaran rambut pada manusia

WUDHU dan SHOLAT

IWudhu, salah satu upaya menjaga kesehatan lewat ibadah, betapa luar biasanya hikmah yang ada pada ritual wudhu.“Yang jelas kenapa orang melakukan wudhu , pasti orang itu tidak gila , karena orang gila takut dengan air , padahal wudhu perlu air “
Ada beberapa hal penting dalam berwudhu, antara lain:

1. Syarat Air
  • Air yang digunakan disyaratkan adalah air yang bersih dan menyehatkan, yaitu bersih, tidak berubah warna, tidak berubah rasa.
  • Penggunaan air juga disyaratkan bukan air panas, bukan air bekas digunakan untuk bersuci, dan penampungan air tidak dari logam. Kenapa demikian? Simak uraian berikut ini, agar bisa mendapatkan gambaran yang jelas.
  • Perubahan warna air bisa berarti telah terkontaminasi dengan kuman, atau ada reaksi dengan logam berat yang dapat menggangu kesehatan seseorang.
  • Perubahan rasa air bisa diakibatkan unsur mineral berlebihan, atau adanya kontaminasi jamur, mikroba dan atau kotoran-kotoran yang bisa merusak kulit dan juga merusak kesehatan secara umum.
  • Perubahan bau menunjukkan air tidak sehat, ini bisa terjadi karena adanya kotoran yang termasuk najis atau reaksi-reaksi kimia maupun fisika lain.

Sebagian ulama termasuk Imam Syafi'i berpendapat bahwa
  • wudhu tidak boleh menggunakan air bekas (air musta'mal), akan tetapi sebagian ulama menyatakan air bekas wudhu memiliki hukum suci dan mensucikan sepanjang air tersebut tidak berubah sifatnya.
  • Kalau ditinjau dari segi kesehatan, sepakat bahwa pendapat pertama lah yang tepat kita pilih, karena potensi air musta'mal bisa menjadi media kuman. Air yang telah dipakai berwudhu atau mandi wajib dapat diduga kuat mengandung kotoran dari pengguna air (kuman, jamur dan kotoran lain) sehingga jika air tersebut dipakai untuk bersuci akan menularkan penyakit atau menimbulkan kesulitan lain bagi kesehatan penggunanya.
  • Secara keseluruhan maksud disyaratkan air harus tidak berubah warna, rasa, maupun baunya menunjukkan bahwa ritual wudhu bukanlah ritual pembersihan diri dengan air suci dari tempat tertentu.
Dengan dimudahkannya syarat tersebut, orang bisa melakukan wudhu di mana saja dia mau asalkan tidak menggunakan sembarang air yang bisa mengganggu kesehatan.OK

2. Wadah Penampung Air
  • Untuk penggunaan air wudhu yang tidak dari air mengalir, wadah yang dipakai menampung air sebaiknya dari tanah/ batu, penampungan air pada tempat dari logam sebaiknya tidak terpapar langsung dengan sinar matahari, karena dikhawatirkan akan terjadi reaksi yang bisa merubah sifat air sehingga air menjadi berubah sifatnya, warna, rasa ataupun baunya. Reaksi logam ini bisa berupa karat (korosi).

3. Prosesi Wudhu
  • Wudhu dimulai dengan membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan berkumur sebanyak tiga kali.
  • Sebelum mencuci wajah, mencuci lubang hidung terlebih dahulu sebanyak tiga kali.
  • Baru mencuci wajah untuk menghilangkan kotoran di wajah.
  • Sunnah diulang tiga kali, sebagian ulama menganggap bahwa berwudhu dengan air memancar atau mengalir lebih utama.
  • Prosesi lainnya adalah pencucian lengan dan tangan, pencucian rambut dan kaki, semuanya merupakan wilayah terbuka yang secara fisik perlu dibersihkan karena kemungkinan terkontaminasi dengan berbagai kotoran.

Kita sudah sering mendengar makna filosofis dari wudhu adalah mengingatkan kita untuk selalu menjaga kebersihan organ-organ tersebut dari kotoran yang bersifat bathiniah.

Secara rinci maknanya adalah sebagai berikut:

  1. Membaca Basmallah ketika memulai, mempunyai makna kita melakukan ritual ini demi mengikuti perintah Allah SWT.
  2. membersihkan gigi, mempunyai makna menjauhkan diri dari godaan makan-minum secara berlebihan.
  3. mencuci tangan sampai pergelangan tangan memiliki makna jagalah dirimu, jangan sampai terlibat hal-hal yang bathil dan menyesatkan.
  4. berkumur-kumur, mengingatkan pentingnya menjaga lisan dari mengeluarkan kata-kata yang tidak berguna.
  5. menghirup air lewat hidung dan menyemburkannya seperti bernafas, mempunyai makna jagalah penciuman dan kewaspadaan terhadap lingkungan di sekitarmu.
  6. mengusap wajah, mempunyai makna jagalah pandangan dan peliharalah harga diri dan rasa malu.
  7. mengusap lengan, memiliki makna gunakan kekuatan yang diberikan Allah SWT kepadamu untuk berbuat kebaikan.
  8. mengusap kepala, mempunyai makna gunakan karunia Tuhanmu yang berupa akal untuk kepentingan agama Allah SWT, dan ingatlah selalu bahwa akal termasuk sesuatu yang harus dipelihara dan siramilah dengan ruh kebaikan
  9. mengusap telinga, mempunyai makna dengarkan hal-hal yang membawa ke arah kebaikan, yang akan menyelamatkanmu dalam kehidupan dunia dan akhirat.
  10. mencuci kaki, mempunyai makna ke manapun kita berjalan, ingatlah akan hari perhitungan. Di mana pun kita berpijak di bumi Allah SWT, ingatlah selalu kekuatan yang ada pada diri kita hanya dari Allah SWT. Bersihkan kakimu dari perjalanan melenceng yang mengotori penciptaanmu.

Sementara itu, manfaat medis dari berwudhu sebagai berikut:
  1. Pembersihan dari kotoran pada daerah yang terbuka, yang mudah terkontaminasi kuman dan kotoran lainnya.
  2. Pembersihan wajah jika disertai pemijatan akan merangsang pertumbuhan jaringan kolagen dan melancarkan peredaran darah di wajah, sehingga wajah akan tampak cerah dan sehat.
  3. Allah SWT berfirman: Tanda-tanda bekas sujud mempunyai makna bahwa orang yang berwudhu secara baik, wajahnya akan bersih bercahaya, kulitnya berwarna rata dan indah, tidak kusam. Pada wajah yang bercahaya itu tampak sinar tawadhu, sebagai ciri hamba Allah yang menyadari keberadaannya sebagai khalifah.
  4. Sungguh benar firman Allah: (QS Al Furqan: 63). Inilah orang yang di wajahnya tampak tanda-tanda sujud, wajahnya teduh, kata-katanya sejuk, ilmunya luas, amalnya banyak namun hatinya tawadhu, karena dia sadar semua yang dimilikinya adalah milik Allah SWT, adapun dirinya bukanlah apa-apa. Orang seperti ini akan selalu dirindukan kehadirannya oleh banyak orang dan tersirami hatinya dengan rahmat Allah SWT, sehingga bahagia dan sejahteralah hidupnya.
  5. Banyaklah berwudhu untuk mencari ridha Allah SWT, dan anda akan mendapatkan wajah berseri dan awet muda.
  6. Membasuh lengan, memberi manfaat meningkatkan peredaran energi sehingga mengurangi resiko rheumatik. Di samping itu, pada lengan terdapat banyak titik akupunktur yang berkorelasi terhadap banyak organ tubuh, sehingga dengan pemijatan sederhana dan mengalirkan air akan menggerakkan chi pada organ-organ tersebut, serta menstabilkan hawa panas dan dingin di dalam tubuh. Hal ini tentu akan meningkatkan kesehatan. Dianjurkan dalam membasuh lengan, kita melakukan pemijatan ringan agar memberi manfaat pula bagi kesehatan.
  7. Membasuh rambut, adalah untuk membersihkan kepala dari kotoran. Agar memberi manfaat bagi kesehatan, hendaknya pembasuhan dilakukan ke seluruh kepala disertai pemijatan ringan di kulit kepala. Sebagaimana kita ketahui, di kepala banyak terdapat titik-titik akupunktur yang berhubungan dengan organ-organ penting tubuh manusia. Dengan pemijatan diharapkan aliran chi di kepala dan organ-organ penting terkait akan menjadi baik sehingga tercapailah keseimbangan energi tubuh.
  8. Pencucian telinga adalah amalan sunnah wudhu yang besar manfaatnya, karena pada telinga terdapat 36 titik akupunktur penting yang berhubungan dengan hampir seluruh organ-organ dalam manusia. Oleh karena itu sebisa-bisanya lakukanlah pencucian telinga yang disertai pemijatan, agar bermanfaat bagi kesehatan.
  9. Pencucian kaki, batas-batas yang dicuci adalah sampai mata kaki, yaitu batas di mana kemungkinan kontak dengan berbagai kotoran. Pada waktu mencuci kaki hendaklah dilakukan dengan pemijatan, karena pada kaki terdapat banyak titik akupunktur yang apabila dilakukan pemijatan akan memperlancar peredaran darah di kaki dan juga melancarkan chi. Titik-titik akupunktur di kaki adalah titil jauh yang banyak digunakan untuk merangsang metabolisme organ-organ penting manusia. Pemijatan dengan dialiri air akan membuat relaks pikiran dan memperbaiki kerja organ-organ tersebut. Pemijatan kaki sangat bermanfaat karena kaki merupakan bagian tubuh manusia yang kurang mendapat perhatian dan kurang mendapat suplai darah yang cukup. Oleh karena itu, orang akan merasa nyaman dan rileks bila dipijat kakinya.

Yang dianjurkan sebagaimana sunnah lainnya, di antaranya adalah:

  • Mencuci tangan sangat dianjurkan sebelum orang menggunakan tangan untuk menjalankan prosesi wudhu, karena tangan sering bersentuhan dengan berbagai barang yang kadang-kadang meskipun tidak tampak kotor, tetapi secara mikroskopis mengandung kuman-kuman dan jamur yang bisa mengganggu kesehatan.
  • Oleh karena itu hendaknya kita mencuci tangan secara sungguh-sungguh, dengan penggosokan.
  • Di samping itu, pada tangan juga terdapat banyak titik akupunktur yang berhubungan dengan organ penting seperti jantung, paru-paru, usus, ginjal dan lambung.
  • Lakukan pemijatan agar melancarkan aliran energi, sehingga akan meningkatkan kebugaran. Agar kita lebih khusyu' dalam berwudhu bacalah doa seperti berikut: Artinya, adalah Ya Allah peliharalah tanganku dari perbuatan maksiat kepada-Mu.
  • Menyikat gigi atau bersiwak, akan menyehatkan dan mencegah karang gigi maupun gigi berlubang. Dalam berbagai penelitian didapatkan juga bahwa kayu siwak mengandung pengharum sekaligus antibotika yang bermanfaat untuk membasmi kuman-kuman di mulut.
  • Berkumur-kumur tentu saja memberi manfaat menjaga kebersihan mulut dari kuman-kuman dan dari bau yang tidak sedap, serta membantu melepaskan sisa-sisa makanan yang menempel di gigi.
  • Jangan lupa sambil berkumur dalam hati sambil melafazkan doa berikut: Ya Allah, tolonglah saya, supaya saya tetap berzikir mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu
  • Mencuci hidung (istinsyaq), menurut penelitian menunjukkan bahwa jumlah kuman yang ada di hidung akan berkurang pada orang yang melakukan istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung) dibandingkan pada yang tidak melakukan. Hal ini berarti bahwa istinsyaq adalah cara yang efektif untuk mencegah ataupun mengobati penyakit hidung seperti rhinitis dan sinusitis.
  • Setelah melakukan istinsyaq, orang melakukan istintsar yaitu mengeluarkan air dari hidung dengan bernafas. Melalui air yang dikeluarkan inilah kuman-kuman ikut keluar dari hidung. Rasulullah SAW bersabda: "Sempurnakanlah wudhu, dengan meratakan air di antara jari jemari, dan bersungguhlah dalam ber-istinsyaq, kecuali dalam berpuasa." (H.R. Al Bukhari dan Muslim). Istinsyaq menurunkan angka pertumbuhan rhinitis berulang dan juga membantu pengobatan sinusitis. Ketika mencuci hidung, hendaklah berdoa sebagai yang diajarkan Rasulullah: Arinya: Ya Allah, ciumkanlah oleh-Mu untukku akan wangi-wangian syurga.
  • Ketika membasuh wajah (air muka), ucapkanlah doa berikut: Artinya: Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari diputihkannya wajah manusia dan dihitamkannya wajah setengahnya.
  • Ketika membasuh tangan sebelah kanan berdoalah seperti berikut: Ya Allah, berikanlah (kelak) suratan amalku pada tangan kananku, dan berilah hisab dengan penghisaban yang sedikit.
  • Ketika membasuh tangan sebelah kiri, berdoalah dengan doa seperti berikut: Ya allah, janganlah Engkau berikan suratan amalku pada tangan kiriku dan janganlah dari belakangku.
  • Ketika membasuh kepala, berdoalah dengan doa seperti berikut: Artinya: Ya Allah, jauhkanlah rambut dan kulit badanku dari api neraka.
  • Ketika menyapu kedua telinga, ucapkanlah doa sebagai berikut: Artinya: Ya Allah, jadikanlah aku seperti mereka yang mendengarkan kata-kata yang baik, dan mengikuti akan mereka yang sebaik-baiknya.
  • Ketika membasuh kedua kaki, ucapkanlah doa berikut: Artinya: Ya Allah, tetapkanlah kiranya kedua kaki di atas titian pada hari yang banyak tergelincir kaki manusia.
  • Membaca doa sesudah wudhu, Artinya: "Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah Yang Mahaesa, tak ada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bertobat, dan jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bersuci."
  • Doa sehabis wudhu ini memberi gambaran kepada kita, apabila wudhu kita lakukan secara benar, maka kita akan dimasukkan dalam golongan orang yang suci dan yang menerima pengampunan dari Allah. Insya Allah.
  • Anjuran sunnah lainnya adalah tidak mengeringkan wudhu. Kita dianjurkan membiarkan air wudhu yang menempel di tubuh kita mengering sendiri. Dari aspek kesehatan, wudhu ini sangat berguna menjaga kelembaban kulit, terutama bagi yang sehari-hari bekerja di ruang AC ataupun yang bekerja di bawah terik matahari.
Rahasia-rahasia Wudhu dari Segi Kesehatan
  • Wudhu adalah senjata bagi seorang mukmin. ALLAH SWT berfirman :
  • Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kai, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dlm perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yg baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. ALLAH tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi DIA hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-NYA bagimu supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Maidah: 6)
  • Wudhu bukan hanya sekedar membersihkan anggota tubuh yg zahir, juga bukan sekedar mensucikan tubuh secara teratur beberapa kali dlm sehari, tetapi pengaruh kejiwaan dan kemuliaan ruh yg dirasakan oleh seorang muslim setelah berwudhu lebih dalam dari sekedar apa yg diungkapkan oleh kata-kata, apalagi jika wudhu tersebut dilakukan dengan sempurna dan teliti.
  • Wudhu memiliki peranan besar dlm kehidupan seorang muslim. Wudhu menjadikan seorang muslim selalu tersadar, bersemangat dan bersinar. Rasulullah saw., dlm hadits-nya yg diriwayatkan oleh Imam Muslim bersabda, “Barang siapa yg berwudhu dan melakukan wudhunya dengan baik, maka dosa-dosanya akan keluar dari tubuhnya hingga dosa-dosa tersebut keluar dari bawah kukunya.”
  • Rasulullah saw., juga bersabda dlm hadits yg diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abi Umamah, “Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakan wudhunya dgn membasuh kedua tangan dan wajahnya, mengusap kepala dan kedua telinganya kemudian berdiri untuk melaksanakan sholat fardhu, maka dosa-dosanya yg dilakukan pada hari itu diampuni, dosa kedua kaki yg dipakai untuk berjalan, dosa kedua tangan yg dipakai untuk memegang, dosa kedua telinga yg dipakai untuk mendengar, dosa kedua mata yg dipakai untuk melihat dan keburukan yg terjadi pada dirinya.”
  • Tidak diragukan lagi bahwa membasuh anggota tubuh yang selalu terkena debu (seperti tangan, kaki, wajah dsb.), secara umum sangat penting untuk kesehatan. Anggota-anggota tubuh ini sepanjang hari terkena mikroba yg jumlahnya sangat banyak. Mikroba-mikroba tersebut siap menyerang tubuh melalui kulit di daerah-daerah yang terbuka. Ketika seseorang berwudhu, maka mikroba ini akan terkejut dengan geraan-gerakan wudhu yang menyapu bersih dari atas kulit. Apalagi jika wudhu tersebut dilakukan dengan sempurna dan dengan pijatan yang baik. Dengan demikian setelah berwudhu, maka tidak ada lagi bakteri yang tersisa di tubuh, kecuali yang ALLAH kehendaki.
  • Berkumur dalam penelitian modern membuktikan bahwa berkumur dapat menjaga mulut dan tenggorokan dari radang dan menjaga gusi dari luka. Berkumur juga dapat menjaga dan membersihkan gigi dengan menghilangkan sisa-sisa makanan yang terdapat di sela-sela gigi setelah makan. Manfaat berkumur lainnya yg juga penting adalah menguatkan sebagian otot-otot wajah dan menjaga kesegarannya. Berkumur merupakan latihan penting yang diakui oleh pakar dalam bidang olahraga, karena berkumur jika dilakukan dengan menggerakkan otot-otot wajah dengan baik dapat menjadikan jiwa seseorang tenang.
  • Membasuh Hidung dalam penelitian membuktikan bahwa kebanyak orang yg berwudhu secara kontinyu, maka hidung mereka bersih dan bebas dari debu, bakteri dan mikroba. Tidak diragukan lagi bahwa lubang hidung merupakan tempat yg rentan dihinggapi mikroba dan virus, tetapi dengan membasuh hidung secara kontinyu den melakukan istinsyaq (memasukan dan mengeluarkan air ke dan dari hidung di saat berwudhu), maka lubang hidung menjadi bersih dan terbebas dari radang dan bakteri, dan ini mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Proses ini dapat menjaga manusia akan bahaya pemindahan mikroba dari hidung ke anggota tubuh yg lain.
  • Membasuh Wajah dan Kedua Telapak Tangan
  • Membasuh wajah dan kedua telapak tangan sampai ke siku memiliki manfaat yang sangat besar dalam menghilangkan debu dan mikroba, lebih dari membasuh hidung. Membasuh wajah dan kedua telapak tangan sanpai ke siku juga daat menghilangkan keringat dan permukaan kulit dan membersihkan kulit dari lemak yg dipartisi oleh kelenjar kulit, dan ini biasanya menjadi tempat yg ideal untuk berkembang biaknya bakteri.
  • Membasuh Kedua Telapak Kaki
  • Membasuh kedua telapak kaki dengan memijat secara baik danpat mendatangkan perasaan tenang dan nyaman, karena telapak kaki merupakan cerminan seluruh perangkat tubuh. Orang yang berwudhu seakan-akan memijat seluruh tubuhnya satu-persatu, padahal ia hanya membasuh kedua telapak kakinya dengan air dan memijatnya dengan baik. Ini merupakan salah satu rahasia timbulnya perasaan tenang dan nyaman yang dirasakan oleh seorang muslim setelah berwudhu.

SHALAT
Shalat itu mempunyai rukun-rukun yang apabila salah satunya ditinggalkan maka tidak sah shalatnya. Rukun-rukun tersebut adalah :
  1. Berniat, yaitu niat di hati untuk melaksanakan shalat tertentu, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam, “Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung niatnya”. (Muttafaq ‘alaih) . Dan niat itu dilakukan bersamaan dengan melaksana-kan takbiratul ihram dan mengangkat kedua tangan, tidak mengapa kalau niat itu sedikit lebih dahulu dari keduanya.
  2. Takbiratul Ihram, yaitu takbir yang pertama kali diucapkan oleh orang yang mengerjakan shalat sebagai tanda mulai mengerjakan shalat dengan lafazh (ucapan) “Allaahu Akbar” Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam, “Kunci shalat itu adalah bersuci, pembatas antara perbuatan yang boleh dan tidaknya dilakukan waktu shalat adalah takbir, dan pembebas dari keterikatan shalat adalah salam.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan lainnya, hadits shahih )
  3. Berdiri bagi yang sanggup. berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Peliharalah segala shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wustha (Ashar). Berdirilah karena Allah (dalam shalat-mu) dengan khusyu’.” (Al-Baqarah: 238) . Dan berdasarkan Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam kepada Imran bin Hushain, “Shalatlah kamu dengan berdiri, apabila tidak mampu maka dengan duduk, dan jika tidak mampu juga maka shalatlah dengan berbaring ke samping.” (HR. Al-Bukhari)
  4. Membaca surat Al-Fatihah wajib pada setiap rakaat shalat fardhu dan shalat sunnah; Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam, “Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca surat Al-Fatihah. (HR. Al-Bukhari)
  5. Ruku’ dengan thuma’ninah; bagi orang yang shalat dengan berdiri minimal adalah menunduk kira-kira dua telapak tangannya sampai kelutut dan yang sempurna yaitu betul-betul menunduk sampai datar/lurus antara tulang punggung dengan lehernya (90 derajat) serta meletakan dua telapak tangan kelutut. Ruku’ ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujud-lah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77) Juga berdasarkan sabda Nabi shallallaahu alaihi wasallam kepada seseorang yang tidak benar shalatnya, “ … kemudian ruku’lah kamu sampai kamu tuma’ninah/ tenang dalam keadaan ruku’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
  6. I’tidal dengan thuma’ninah ; artinya berdiri lurus seperti pada waktu membaca Fatihah.Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam terhadap seseorang yang salah dalam shalat-nya, ” … kemudian bangkitlah (dari ruku’) sampai kamu tegak lurus berdiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
  7. Sujud dua kali dengan thuma’ninah; Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah disebutkan di atas tadi. Juga berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam, “Kemudian sujudlah kamu sampai kamu tuma’ninah dalam sujud.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
  8. Duduk di antara dua sujud dengan thuma’ninah. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam, “Allah tidak akan melihat kepada shalat seseorang yang tidak menegakkan tulang punggungnya di antara ruku’ dan sujudnya.” (HR. Ahmad, dengan isnad shahih)
  9. Duduk dengan tumaninah serta Membaca tasyahhud akhir dan shawalat nabi ; Ada-pun tasyahhud akhir itu, maka berdasarkan perkataan Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu yang bunyinya, “Dahulu kami membaca di dalam shalat sebelum diwajibkan membaca tasyahhud adalah ‘Kesejahteraan atas Allah, kesejahteraan atas malaikat Jibril dan Mikail.’ Maka bersabdalah Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam, ‘Janganlah kamu membaca itu, karena sesungguhnya Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia itu sendiri adalah Maha Sejahtera, tetapi hendaklah kamu membaca, “Segala penghormatan, shalawat dan kalimat yang baik bagi Allah. Semoga kesejahteraan, rahmat dan berkah Allah dianugerahkan kepadamu wahai Nabi. Semoga kesejahteraan dianugerahkan kepada kita dan hamba-hamba yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya.” (HR. An-Nasai, Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi dengan sanad shahih) . Dan sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam, “Apabila salah seorang di antara kamu duduk (tasyah-hud), hendaklah dia mengucapkan: ‘Segala penghormatan, shalawat dan kalimat-kalimat yang baik bagi Allah’.” (HR. Abu Daud, An-Nasai dan yang lainnya, hadits ini shahih dan diriwayatkan pula dalam dalam”. (Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim) . Adapun duduk untuk tasyahhud itu termasuk rukun juga karena tasyahhud akhir itu termasuk rukun
  10. Membaca salam; Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam, “Pembuka shalat itu adalah bersuci, pembatas antara perbuatan yang boleh dan tidaknya dilakukan waktu shalat adalah takbir, dan pembebas dari keterikatan shalat adalah salam.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan lainnya, hadits shahih)
  11. Tertib (Melakukan rukun-rukun shalat secara ber-urutan) Oleh karena itu janganlah seseorang membaca surat Al-Fatihah sebelum takbiratul ihram dan jangan-lah ia sujud sebelum ruku’. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam, “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat.” (HR. Al-Bukhari) Maka apabila seseorang menyalahi urutan rukun shalat sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam, seperti mendahulukan yang semestinya diakhirkan atau sebaliknya, maka batallah shalatnya.

HAL YANG MEMBATALKAN SHALAT
  • Shalat seseorang akan batal jika melakukan salah satu hal dibawah ini :
  1. Makan dan minum dengan sengaja. Hal ini ber-dasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam, “Sesungguhnya di dalam shalat itu ada kesibukkan tertentu.” (Muttafaq ‘alaih) (1) Dan ijma’ ulama juga mengatakan demikian.
  2. Berbicara dengan sengaja, bukan untuk kepentingan pelaksanaan shalat. “Dari Zaid bin Arqam radhiallaahu anhu, ia berkata, “Dahulu kami berbicara di waktu shalat, salah seorang dari kami berbicara kepada temannya yang berada di sampingnya sampai turun ayat: ‘Dan hendaklah kamu berdiri karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’, maka kami pun diperintahkan untuk diam dan dilarang berbicara.” (Muttafaq ‘alaih) Dan juga sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam, “Sesungguhnya shalat ini tidak pantas ada di dalamnya percakapan manusia sedikit pun.” (HR. Muslim) Adapun pembicaraan yang maksudnya untuk membetulkan pelaksanaan shalat, maka hal itu diperbolehkan seperti membetulkan bacaan (Al-Qur’an) imam, atau imam setelah memberi salam kemudian bertanya apakah shalatnya sudah sempurna, apabila ada yang menjawab belum, maka dia harus menyempurnakannya. Hal ini pernah terjadi terhadap Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam , kemudian Dzul Yadain bertanya kepada Beliau, “Apakah Anda lupa ataukah sengaja meng-qashar shalat, wahai Rasulullah?’ Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam menjawab, ‘Aku tidak lupa dan aku pun tidak bermaksud meng-qashar shalat.’ Dzul Yadain berkata, ‘Kalau begitu Anda telah lupa wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, ‘Apa-kah yang dikatakan Dzul Yadain itu betul?’ Para sahabat menjawab, ‘Benar.’ Maka beliau pun menambah shalatnya dua rakaat lagi, kemudian melakukan sujud sahwi dua kali.” (Muttafaq ‘alaih)
  3. Meninggalkan salah satu rukun shalat atau syarat shalat yang telah disebutkan di muka, apabila hal itu tidak ia ganti/sempurnakan di tengah pelaksanaan shalat atau sesudah selesai shalat beberapa saat. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam terhadap orang yang shalatnya tidak tepat, “Kembalilah kamu melaksanakan shalat, sesungguhnya kamu belum melaksanakan shalat.” (Muttafaq ‘alaih) . Lantaran orang itu telah meninggalkan tuma’ninah dan i’tidal. Padahal kedua hal itu termasuk rukun.
  4. Banyak melakukan gerakan, karena hal itu bertentangan dengan pelaksanaan ibadah dan membuat hati dan anggota tubuh sibuk dengan urusan selain ibadah. Adapun gerakan yang sekadarnya saja, seperti memberi isyarat untuk menjawab salam, membetulkan pakaian, menggaruk badan dengan tangan, dan yang semisalnya, maka hal itu tidaklah membatalkan shalat.
  5. Tertawa sampai terbahak-bahak. Para ulama sepakat mengenai batalnya shalat yang disebabkan tertawa seperti itu. Adapun tersenyum, maka kebanyakan ulama menganggap bahwa hal itu tidaklah merusak shalat seseorang.
  6. Tidak berurutan dalam pelaksanaan shalat, seperti mengerjakan shalat Isya sebelum mengerjakan shalat Maghrib, maka shalat Isya itu batal sehingga dia shalat Maghrib dulu, karena berurutan dalam melaksanakan shalat-shalat itu adalah wajib, dan begitulah perintah pelaksanaan shalat itu.
  7. Kelupaan yang fatal, seperti menambah shalat menjadi dua kali lipat, umpamanya shalat Isya’ delapan rakaat, karena perbuatan tersebut merupakan indikasi yang jelas, bahwa ia tidak khusyu’ yang mana hal ini merupakan ruhnya shalat.

HAL HAL YANG MAKRUH DALAM SHALAT
  • Yang dimaksud makruh yaitu : perbuatan yang apabila dikerjakan tidak membatalkan shalat tetapi jika ditinggalkan akan mendatangkan pahala. Oleh karena itu sebaiknya ditinggalkan.
  1. Menengadahkan pandangan ke atas. Hal ini ber-dasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam, “Apa yang membuat orang-orang itu mengangkat peng-lihatan mereka ke langit dalam shalat mereka? Hendak-lah mereka berhenti dari hal itu atau (kalau tidak), nis-caya akan tersambar penglihatan mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkannya dengan makna yang sama)
  2. Meletakkan tangan di pinggang. Hal ini berdasar-kan larangan Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam meletakkan tangan di pinggang ketika shalat. (Muttafaq ‘alaih)
  3. Menoleh atau melirik, terkecuali apabila diperlukan. Hal ini berdasarkan perkataan Aisyah radhiallaahu anha. Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam tentang seseorang yang menoleh dalam keadaan shalat, beliau menjawab, “Itu adalah pencurian yang dilakukan syaitan dari shalat seorang hamba.” (HR. Al-Bukhari dan Abu Daud, lafazh ini dari riwayatnya)
  4. Melakukan pekerjaan yang sia-sia, serta segala yang membuat orang lalai dalam shalatnya atau menghilangkan kekhusyu’an shalatnya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam, “Hendaklah kamu tenang dalam melaksanakan shalat.” (HR. Muslim)
  5. Menaikkan rambut yang terurai atau melipatkan lengah baju yang terulur. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam, “Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh anggota badan dan tidak boleh melipat baju atau menaikkan rambut (yang terulur).” (Muttafaq ‘alaih)
  6. Menyapu kerikil yang ada di tempat sujud (dengan tangan) dan meratakan tanah lebih dari sekali. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam, “Dari Mu’aiqib, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam menyebutkan tentang menyapu di masjid (ketika shalat), maksudnya menyapu kerikil (dengan telapak tangan). Beliau bersabda, ‘Apabila memang harus berbuat begitu, maka hendaklah sekali saja.” (HR. Muslim) . “Dari Mu’aiqib pula, bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda tentang seseorang yang meratakan tanah pada tempat sujudnya (dengan telapak tangan), beliau bersabda, ‘Kalau kamu melakukannya, maka hendaklah sekali saja.” (Muttafaq ‘alaih)
  7. Mengulurkan pakaian sampai mengenai lantai dan menutup mulut (tanpa alasan). “Dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam melarang mengulurkan pakaian sampai mengenai lantai dalam shalat dan menutup mulut.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan lainnya, hadits hasan) Adapun jika menutup mulut karena hal seperti menguap ataupun yang lainnya maka hal tersebut dibolehkan sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits.
  8. Shalat di hadapan makanan. Ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam, “Tidak sempurna shalat (yang dikerjakan setelah) makanan dihidangkan.” (HR. Muslim)
  9. Shalat sambil menahan buang air kecil atau besar, dan sebagainya yang mengganggu ketenangan hati. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam, “Tidak sempurna shalat (yang dikerjakan setelah) makanan dihidangkan dan shalat seseorang yang menahan buang air kecil dan besar.” (HR. Muslim)
  10. Shalat ketika sudah terlalu mengantuk. Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kamu ada yang mengantuk dalam keadaan shalat, maka hendaklah ia tidur sampai hilang rasa kantuknya. Maka sesungguhnya apabila salah seorang di antara kamu ada yang shalat dalam keadaan mengantuk, dia tidak akan tahu apa yang ia lakukan, barangkali ia bermaksud minta ampun kepada Allah, ternyata dia malah mencerca dirinya sendiri.” (Muttafaq ‘alaih)

HAL HAL YANG DIPERBOLEHKAN
  • Diantara hal-hal yang diperbolehkan dalam shalat yaitu:
  1. Membetulkan bacaan imam. Apabila imam lupa ayat tertentu maka makmum boleh mengingatkan ayat tersebut kepada imam. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar, “Bahwa Nabi Shallallaahu alaihi wasallam shalat, kemudian beliau membaca suatu ayat, lalu beliau salah dalam membaca ayat tersebut. Setelah selesai shalat beliau bersabda kepada Ubay, ‘Apakah kamu shalat bersama kami?’, ia menjawab, ‘Ya’, kemudian beliau bersabda, ‘Apakah yang menghalangi-mu untuk membetulkan bacaanku.” (HR. Abu Daud, Al-Hakim dan Ibnu Hibban, shahih)
  2. Bertasbih atau bertepuk tangan (bagi wanita) apa-bila terjadi sesuatu hal, seperti ingin menegur imam yang lupa atau membimbing orang yang buta dan sebagainya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam, “Barangsiapa terjadi padanya sesuatu dalam shalat, maka hendaklah bertasbih, sedangkan bertepuk tangan hanya untuk perempuan saja.” (Muttafaq ‘alaih)
  3. Membunuh ular, kalajengking dan sebagainya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam, “Bunuhlah kedua binatang yang hitam itu sekalipun dalam (keadaan) shalat, yaitu ular dan kalajengking.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi dan lainnya, shahih)
  4. Mendorong orang yang melintas di hadapannya ketika shalat. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam, “Apabila salah seorang di antara kamu shalat meng-hadap ke arah sesuatu yang menjadi pembatas baginya dari manusia, kemudian ada yang mau melintas di hadapannya, maka hendaklah dia mendorongnya dan jika dia memaksa maka perangilah (cegahlah dengan keras). Sesungguhnya (perbuatannya) itu adalah (atas dorongan) syaitan.” (Muttafaq ‘alaih)
  5. Membalas dengan isyarat apabila ada yang me-ngajaknya bicara atau ada yang memberi salam kepadanya. Dasarnya ialah hadits Jabir bin Abdullah, “Dari Jabir bin Abdullah , ia berkata, ‘Telah mengutus-ku Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam sedang beliau pergi ke Bani Musthaliq. Kemudian beliau saya temui sedang shalat di atas onta-nya, maka saya pun berbicara kepadanya. Kemudian beliau memberi isyarat dengan tangannya. Saya ber-bicara lagi kepada beliau, kemudian beliau kembali memberi isyarat sedang saya mendengar beliau membaca sambil memberi isyarat dengan kepalanya. Ketika beliau selesai dari shalatnya beliau bersabda, ‘Apa yang kamu kerjakan dengan perintahku tadi? Sebenarnya tidak ada yang menghalangiku untuk bicara kecuali karena aku dalam keadaan shalat.” (HR. Muslim)
  6. Dari Ibnu Umar, dari Shuhaib , ia berkata, “Aku telah melewati Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam ketika beliau sedang shalat, maka aku beri salam kepadanya, beliau pun membalasnya dengan isyarat. “Berkata Ibnu Umar: “Aku tidak tahu terkecuali ia (Shuhaib) berkata dengan isyarat jari-jarinya.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan selain mereka, hadits shahih) . Dari sini dapat kita ketahui, bahwa isyarat itu terkadang dengan tangan atau dengan anggukan kepala atau dengan jari.
  7. Menggendong bayi ketika shalat. Hal ini berdasar-kan hadits Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam, “Dari Abu Qatadah Al-Anshari berkata, ‘Aku melihat Nabi Shallallaahu alaihi wasallam mengimami shalat sedangkan Umamah binti Abi Al-’Ash, yaitu anak Zainab putri Nabi Shallallaahu alaihi wasallam berada di pundak beliau. Apabila beliau ruku’, beliau meletak-kannya dan apabila beliau bangkit dari sujudnya beliau kembalikan lagi Umamah itu ke pundak beliau.” (HR. Muslim)
  8. Berjalan sedikit karena keperluan. Dalilnya adalah hadits Aisyah radhiallaahhu anha, “Dari Aisyah radhialaahu anha, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam sedang shalat di dalam rumah, sedangkan pintu tertutup, kemudian aku datang dan minta dibukakan pintu, beliau pun berjalan menuju pintu dan membukakannya untukku, kemudian beliau kembali ke tempat shalatnya. Dan terbayang bagiku bahwa pintu itu menghadap kiblat.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi dan lainnya, hadits hasan)
  9. Melakukan gerakan ringan, seperti membetulkan shaf dengan mendorong seseorang ke depan atau menarik-nya ke belakang, menggeser makmum dari kiri ke kanan, membetulkan pakaian, berdehem ketika perlu, menggaruk badan dengan tangan, atau meletakkan tangan ke mulut ketika menguap. Hal ini berdasarkan hadits berikut, “Dari Ibnu Abbas , ia berkata, ‘Aku pernah menginap di (rumah) bibiku, Maimunah, tiba-tiba Nabi Shallallaahu alaihi wasallam bangun di waktu malam mendirikan shalat, maka aku pun ikut bangun, lalu aku ikut shalat bersama Nabi Shallallaahu alaihi wasallam, aku berdiri di samping kiri beliau, lalu beliau menarik kepalaku dan menempatkanku di sebelah kanannya.” (Muttafaq ‘alaih)

SHALAT DHUHA
PANDUAN DAN KEUTAMAAN SHALAT DHUHA
  • Shalat Dhuha adalah shalat sunat yang dilakukan/ dikerjakan pada waktu dhuha atau pada waktu pagi hari yang sudah agak meninggi sampai sebelum datangnya shalat dhuhur (antara pukul 07.00 sampai pukul 10.00 WIB).
  • Jumlah bilangan raka’at shalat dhuha minimal dua raka’at dan maksimal dua belas raka’at dan dikerjakan setiap dua raka’at satu salam (jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at).
  • Manfaat/ faedah shalat dhuha yang dapat diperoleh dan dirasakan oleh orang yang mengerjakannya/ melaksanakan shalat dhuha adalah dapat melapangkan dada dalam segala hal, terutama dalam hal rizki, sebab banyak orang yang terlibat dalam hal ini.
Ayat-ayat yang paling baik dibaca dalam shalat dhuha: surat al-Waqi’ah, surat Asy-Syamsi, surat Adh-Dhuha, surat al-Kafirun, surat al-Quraisy, surat al-Ikhlas, dsb. Cara mengerjakan shalat dhuha sama seperti mengerjakan shalat fardhu, baik bacaan maupun cara mengerjakannya.
Niat shalat dhuha:
Usholli sunnatadh-dhuha rok’ataini lillahi ta’alaa
(Saya niat shalat dhuha dua raka’at karena Allah ta’ala.)

  1. Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surat Asy-Syams
  2. Pada rakaat kedua membaca surat Adh-Dhuha
Doa yang selalu dibaca setelah selesai mengerjakan shalat dhuha:
Allahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka, walbahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuk, Allahumma inkaana rizqi fis samma-i fa-anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’assiran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqi duhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-sholihiin…
Artinya:
Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, apabila rizkiku berada di atas langit, maka turunkanlah; apabila berada di bumi maka keluarkanlah; apabila sukar maka mudahkanlah, apabila haram maka sucikanlah, apabila jauh maka dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh…

Keutamaan Shalat Dhuha:
Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw bersabda: “Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).
Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata: “Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).
“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)
Di perintahkan kepadaku oleh kekasihku Nabi SAW untuk berpuasa 3 (tiga ) hari pada tiap-tiap bulan, mengerjakan 2 ( dua ) rakaat Shalat Sunnat Dhuha, dan supaya saya berwitir sebelum tidur.” ( HR Bukhari dan Muslim)
Tidak ada yang memelihara shalat dhuha kecuali orang-orang yang kembali kepada Allah (awwaabiin)” (HR. Ibnu Khuzaimah II/228, al Hakim dalam alMustadrak I/314 dan lainnya).
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah….(Shahih al-Targhib: 673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna” (Shahih al-Jami`: 6346)
Waktu Shalat Dhuha
“Shalatnya orang-orang yang bertaubat adalah pada saat berdirinya anak unta karena teriknya matahari.” (HR. Muslim). Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dan Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahumallah dalam Penjelasan Riyadush Shalihin menjelaskan bahwa sholat yang dimaksud adalah sholat Dhuha. Hadits ini juga menjelaskan bahwa waktu paling afdhol untuk melakukan sholat Dhuha adalah ketika matahari sudah terik.Anak-anak unta sudah bangun karena panas matahari itu diqiyaskan dengan pagi hari jam 08:00 AM, adapun sebelum jam itu dianggap belum ada matahari yang sinarnya dapat membangunkan anak onta.
Anjuran Sholat Dhuha
Dari Aisyah, ia berkata: “Saya tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan shalat Dhuha, sedangkan saya sendiri mengerjakannya. Sesungguhnya Rasulullah SAW pasti akan meninggalkan sebuah perbuatan meskipun beliau menyukai untuk mengerjakannya. Beliau berbuat seperti itu karena khawatir jikalau orang-orang ikut mengerjakan amalan itu sehingga mereka menganggapnya sebagai ibadah yang hukumnya wajib (fardhu).”


SHALAT JAMA' DAN SHALAT QASHAR
Shalat Qashar
  • Mengqashar shalat merupakan sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaiHi wa sallam ketika beliau dalam keadaan safar dan merupakan sedekah dari Allah Ta’ala kepada kaum muslimin. Dia berfirman,
  • “Dan apabila kamu berpergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar shalat(mu), jika kamu takut diserang orang – orang kafir. Sesungguhnya orang – orang kafir itu musuh yang nyata bagimu” (QS An Nisa’ : 101)
  • Ya’la bin Umayah, dia menanyakan ayat ini pada Umar bin Khaththab ra. [tentang] firman Allah Ta’ala, “…jika kamu takut diserang orang – orang kafir …”, padahal orang – orang sudah dalam keadaan aman. Umar ra. berkata, “Dulu aku juga bingung dengan masalah ini, lalu aku menanyakannya pada Rasulullah Shalallahu ‘alaiHi wa sallam, lantas beliau Shalallahu ‘alaiHi wa sallam bersabda, ‘Itu adalah shadaqah dari Allah untuk kalian, maka terimalah shadaqah-Nya’” (HR. Muslim no. 686, Abu Dawud no. 1187, An Nasa’i III/116, Ibnu Majah no. 1065 dan At Tirmidzi no. 5025)
  • Ibnu Abbas ra. berkata, “Melalui lisan Nabi kalian, Allah mewajibkan shalat empat raka’at dalam keadaan mukim, dua raka’at ketika safar dan satu raka’at ketika dalam keadaan takut” (HR. Muslim no. 687, Abu Dawud no. 1234, dan An Nasa’i III/118)
  • Ibnu Umar ra. berkata, “Aku pernah menemani perjalanan Rasulullah, dan beliau tidak pernah shalat lebih dari dua raka’at hingga Allah mewafatkannya” (HR. Al Bukhari no. 1102, Muslim no. 689, Abu Dawud no. 1211 dan An Nasa’i III/123)
Batasan Jarak Shalat Qashar
Para ulama memiliki banyak pendapat yang berbeda dalam menentukan batasan jarak diperbolehkannya mengqashar shalat. Sampai – sampai Ibnu Al Mundzir dan yang lainnya menyebutkan lebih dari 20 pendapat dalam masalah ini. Yang rajih adalah, “Pada dasarnya tidak ada batasan jarak yang pasti, kecuali yang disebut safar dalam bahasa Arab, yaitu bahasa yang digunakan Nabi Shalallahu ‘alaiHi wa sallam saat berkomunikasi dengan mereka (orang – orang Arab)” (Al Muhalla V/21)
Syaikh Muhammad bin Musa Al Nashr (murid Syaikh Albani) mengatakan tentang masalah ini ketika berkunjung ke Indonesia, “Musafir atau tidak, itu kembali kepada ukuran ‘urf (adat kebiasaan yang dikenal masyarakat). Misalnya, bila ‘urf masyarakat disini (disini maksudnya adalah kota Malang, Jawa Timur) menganggap orang yang pergi ke Jakarta adalah sebagai seorang musafir, maka pada saat itu dia boleh mengqashar dan menjama’ shalat”
Tempat Diperbolehkannya Mengqashar Shalat
Mayoritas ulama berpendapat bahwa disyari’atkan mengqashar shalat ketika meninggalkan tempat mukim dan keluar dari daerah tempat tinggal. Dan tidaklah disempurnakan shalat menjadi 4 raka’at sampai memasuki rumah pertama (di dalam tempat tinggalnya).
Anas ra. berkata, “Aku shalat dzuhur empat raka’at bersama Nabi di Madinah. Sedangkan di Dzul Hulaifah dua raka’at” (HR. Al Bukhari no. 1089, Muslim no. 690, Abu Dawud no. 1190, At Tirmidzi no. 544 dan An Nasa’i I/235)
Sampai Kapankah Diperbolehkannya Mengqashar Shalat?
Jika seorang musafir tinggal di suatu daerah untuk menunaikan suatu kepentingan, namun tidak berniat mukim, maka dia [dapat] melakukan qashar hingga meninggalkan daerah tersebut.
Dari Jabir ra., dia berkata, “Nabi Shalallahu ‘alaiHi wa sallam tinggal di Tabuk selama dua puluh hari sambil tetap mengashar shalat” (HR. Abu Dawud no. 1223, dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 1094)
Jadi, kedudukan seseorang sebagai musafir akan gugur ketika ia berniat untuk bermukim di suatu tempat. Namun ia diperbolehkan untuk mengqashar shalat selama sembilan belas hari setelah berniat untuk bermukim, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas ra., “Nabi Shalallahu ‘alaiHi wa sallam tinggal selama 19 hari sambil melakukan qashar. Jika kami melakukan safar selama 19 hari, maka kami melakukan qashar. Dan jika lebih dari itu, maka kami menyempurnakan shalat” (HR. Al Bukhari no. 1080, At Tirmidzi no. 547, dan Ibnu Majah no. 1075)

SHALAT TAHAJUD
Salah satu sholat sunnah yang memiliki nilai yang tinggi di mata Allah (insya Allah) adalah sholat tahajud. Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari, setelah bangun tidur. Pelaksanaan sholat tahajud ini akan bernilai lebih jika dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir.
  • Sebelum perintah sholat lima waktu turun, Rasulullah Muhammad saw pernah memerintahkan para pengikutnya untuk melakukan sholat tahajud. Hal ini tersirat dalam beberapa hadist:
  • Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda : “ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)
  • Bersabda Nabi Muhammad SAW : “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )
  • Selain itu, Allah sendiri juga berfirman: “ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.” (QS : Al-Isro’ : 79)
  • Dalam hadist lain juga diterangkan mengenai jumlah rakaat pada pelaksanaan sholat tahajud. Pada dasarnya, jumlah rakaat sholat tahajud tidak dibatasi jumlahnya, dengan jumlah minimal 2 rakaat. Sedangkan dalam keterangan Said ibnu Yazib ra, Rasulullah Muhammad saw melakukan sholat tahajud dengan jumlah 13 rakaat, dengan perincian 2 rakaat sholat iftitah, 8 rakaat sholat tahajud, dan ditutup dengan 3 rakaat sholat witir.


Keutamaan Sholat Tahajud
Berdasarkan hadist Rasulullah Muhammad saw, sholat tahajud memiliki 9 keutamaan, yang terbagi menjadi 5 keutamaan di dunia dan 4 keutamaan di akhirat kelak. Hadist yang menjelaskan keutamaan sholat tahajud adalah: “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Adapun 5 keutamaan sholat tahajud di dunia adalah:
  1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
  2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
  3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh semua manusia.
  4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
  5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.
Selain 5 keutamaan di dunia, sholat tahajud juga memiliki 4 keutamaan di akhirat kelak. Keutamaan sholat tahajud di akhirat kelak adalah:
  1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
  2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
  3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
  4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.


100 hari sebelum kematian:
Ini adalah tanda pertama dari Allah kepada hambanya dan hanya akan disedari oleh mereka-mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma sama ada mereka sadar atau tidak . Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari ujung rambut sehingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil.

40 hari sebelum kematian:
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arasy Allah. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih akan merasakan seakan-akan bingung seketika.

7 hari sebelum kematian:
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba berselera untuk makan.

3 hari sebelum kematian:
Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita Yaitu di antara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat diketahui maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandung banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

1 hari sebelum kematian:
Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

Tanda akhir sebelum kematian:
Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bahagian pusat dan akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian jantung . Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula. subhanallah

agar bisa aplly pemahaman alqur'an bisa klik ini

Cerita Klasik yang harus dibaca ulang agar selalu Fresh
Suatu hari, Imam Al-Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al-Ghozali bertanya....
Pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid- muridnya menjawab "Orang tua, guru, kawan ,dan sahabatnya". Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "mati". Sebab, sesuai dengan janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.(Ali Imran : 185)
Kedua."Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab "Negara Cina, bulan, matahari dan bintang-bintang". Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "masa lalu". Walau dengan cara apa sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab "Gunung, bumi dan matahari". semua jawaban itu benar, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafs" (Al-A'raaf :179). Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Keempat. "Apa yang paling berat di dunia ini?". Ada yang menjawab "besi dan gajah" Semua jawaban adalah benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang amanah" (Al-Ahzab:72) Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.
Kelima. "Apa yang paling ringan di dunia ini?" Ada yang menjawab "Kapas, angin, debu dan daun-daunan". Semua itu benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan sholat”. Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat; gara-gara bermasyarakat, kita meninggalkan sholat.
Keenam. "Apakah yang paling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, "pedang". Benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "lidah manusia" Karena melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.
TAFAKUR
Terjebak dengan pekerjaan dan kadang melalaikan hakikat hidup dan kehidupan yang sesungguhnya sudah dituntun melalui Al Qur’an dan Sunnah Rosul. Inna nahnu nazzalna al-dzikra wa inna lahu lahafizhun (Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Quran dan Kamilah Pemelihara-pemelihara-Nya) (QS 15:9).
Tujuan Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi seluruh manusia adalah agar kita tidak tersesat selama-lamanya. Tafakur adalah suatu metode baru untuk lebih memudahkan mengamalkan Al-Qur’an. Dengan bertafakur kita dirangsang untuk menggali lautan hikmah yang terdapat di dalam Al-Qur’an.
Kita hidup di dunia ini bukan hanya mengejar kesenangan duniawi saja tetapi juga kebahagiaan di akhirat. Rasanya hari-hari terakhir ini, banyak hal yang kita kerjakan hanya mengejar kesenangan duniawi. Kita jadi lupa bahwa kita menyediakan waktu yang cukup banyak untuk berhubungan dengan Alloh SWT, bukan hanya pada bulan puasa seperti sekarang ini namun di hari atau bulan2 lainnya.
Rasulullah saw bersabda: “Bertafakur sejenak lebih baik dari pada ibadah setahun”.
Saya mencintai pekerjaan namun harus lebih mencintai Tuhan. Dan Alloh SWT selalu menyediakan waktu bagi ummatnya untuk memperbaiki diri. Allah berfirman: “Barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran, dan tidak pula bersedih hati” (QS 2 : 38).