'/>

Rabu, 27 April 2011

Era Baru untuk Guru adalah Era Berbagi

Berbagi melalui dunia digital untuk guru era baru. Apa yang bisa dibagi? Melalui dunia digital yang bagaimana? Apa bedanya guru era baru dengan era sebelumnya? Sudahkah guru-guru masuk dalam era baru itu? Sudahkah anda memasukinya?
Teknologi bukan segalanya dalam dunia pendidikan, tapi di era digital guru tidak akan bisa menghindarinya, kalau tidak ingin ketinggalan banyak informasi. Anehnya tidak sedikit guru yang cenderung menghindar dengan alasan belum perlu atau gengsi untuk bertanya bagaimana menggunakannya teknologi itu. Teknologi memang bukan segalanya, tapi tidak harus dihindari.
Era berbagi informasi membuka cakrawala lebar-lebar, menembus batas ruang dan waktu. Hanya diperlukan ‘sedikit’ kemauan dan kecerdasan untuk memanfaatkannya. Ketidakmampuan tidak lagi jadi alasan untuk menyajikan pembelajaran yang menarik sekaligus mengena pada bagian penting pembelajaran. Keterbatasan sarana bisa teratasi dengan teknologi. So?
Dengan adanya perangkat lunak dalam pelajaran kimia misalnya, simulasi sifat zat bisa ditampilkan secara kasad mata meskipun aslinya itu tidak mungkin kita lihat. Khayalan/abstraksi tervisualkan memberikan pemahaman yang luar biasa. Dengan video fenomena alam yang tak mungkin kita datangi bisa kita hadirkan di ruang kelas. Kejadian sosial yang terjadi di tengah masyarakat bisa di filmkan untuk mengajarkan soal kehidupan. Itu semua berkat teknologi.
Terapakan teori-teori matematika dengan teknologi digital bisa ditunjukan kepada siswa. Matematika bukan hanya soal angka, matematika diajarkan untuk bisa membantu menyelesaikan masalah kehidupan. Sayangnya belum semua guru bisa mengaplikasikan. Kurang informasi atau tidak perduli dengan informasi, terlalu enjoy dengan status quo pengajaran matematika.
Dengan teknologi kendala bahasa “sudah” terkurangi. Tidak mesti bisa berbahasa asing kalau ingin membaca artikel atau tulisan-tulisan berbahasa asing. Memang kalau bisa berbahasa asing akan lebih baik, tapi keterbatasan kemampuan berbahasa tidak boleh mengendala eksplorasi pengetahuan. Tidak pula harus ada atau tersedia secara khusus artikel terjemahannya. Cukup gunakan software atau google translate.
Teknologi digital (internet dan komputer) dengan nuansa berbagi semakin kental, dan semakin kita rasakan. Anda yang pelit berbagi maka anda tidak akan berkembang. Anda yang hebat dalam bidang apapun jika mau berbagi akan merasakan manfaat ilmu anda yang luar biasa. Anda yang mendapatkan ilmu atau pengalaman baik secara gratis atau berbayar, akan jauh lebih nikmat jika membaginya, apalagi sukarela.
Secuil makanan jika anda makan sendiri tidak akan mengenyangkan. Tapi jika anda mau membaginya akan menyenangkan banyak pihak. Itu soal makanan yang setelah berbagi akan habis. Ilmu yang secuil jika kita mau berbagi itu tidak akan habis. Justru kita akan mendapatkan dan mendapatkannya lagi ilmu baru. Itu berkat kita mau berbagi.
Yakinlah ilmu yang tak lama kita tahan untuk dibagi akan semakin menggunung. Dan pada orang yang mau berbagilah ilmu baru itu akan datang dan datang terus. Urusan pahala tidak usah dipikir, niatkan saja ikhlas. Berbagi ilmu hanya memerlukan sedikit waktu, saat menuliskannya, saat menjelaskannya kepada yang memerlukan.
Jangan mengira bodoh pada orang-orang yang mau berbagi ilmu walau yang ia tahu baru seujung kuku. Ia akan menjadi hebat setelah membagikan ilmunya. Alasan teknis sering membuat orang yang banyak ilmu itu kemudian pelit, atau seolah pelit. Namun kalau ia sadari kesabaran berbagi ternyata memberikan buah lezat, semakin matang dan menghasilkan bibit ilmu baru yang akan luar biasa.
Dalam belajar berbagi ilmu jangan perdulikan itu sudah pernah disampaikan pihak lain atau belum, itu adalah saat tepat kita mulai belajar berbagi ilmu, berbagi dari diri kita. Sekali lagi era digital-teknologi informasi adalah era berbagi. Marilah berbagi walau secuil pengalaman, kesuksesan, ilmu, pengetahuan, kesediaan, dan kebahagian. Yuk mulai berbagi, berbagi lewat tulisan.
Mungkin prinsip berikut bisa menjadikan semboyan untuk cinta berbagi. “Tanyalah padaku, jika aku tahu akan kuberi tahu”. “Datanglah ke rumahku semua yang saya tahu ada di situ, silahkan ambil yang baik dan bermanfaat”. Dengan catatan anda sudah menuliskan pengalaman yang layak anda bagi, anda sudah menuliskannya di blog, di website pribadi. Mari menulis di blog. Mulai sekarang. Manfaatkan fasilitas yang kita punya atau instansi kita punya. Mari berbagi lewat tulisan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar