'/>

Sabtu, 09 Juli 2011

Mengenal Apa Itu Sleep Apnea dan Gejalanya

Seringkali Sleep Apnea menjadi momok bagi mereka yang aktif beraktivitas. Tentu saja karena penyakit yang jarang diketahui ini sangat mengganggu karena menyebabkan tubuh tidak dalam kondisi fit karena kualitas tidur yang buruk, padahal mungkin Anda sedang sibuk bekerja.
Yang lebih menyeramkan lagi, Sleep Apnea bisa membuat penderitanya mati mendadak!

Sebenarnya, apa itu Sleep Apnea?

Apnea adalah jeda nafas saat tidur. Apnea terjadi ketika saluran nafas tertutup sehingga tidak ada udara yang mencapai paru-paru. Siklus sleep apnea dapat dijelaskan sebagai berikut:
Mula-mula, Anda merasa tidur dengan normal. Udara di saluran napas Anda mengalir dengan mudah ke paru-paru. Kemudian, Anda mulai mendengkur keras. Ini adalah tanda bahwa sebagian jalan napas Anda terblokir.
Napas yang terblokir sebagian berarti udara kesulitan masuk ke paru-paru Anda. Berikutnya, saluran napas Anda tertutup sepenuhnya. Tidak ada udara yang mencapai paru-paru. Otak Anda memberitahu Anda untuk bernapas seperti biasa, tetapi Anda tidak dapat bernapas karena saluran napas Anda tertutup. Ini disebut apnea.
Setelah jeda 10-30 detik atau lebih, otak Anda menyadari Anda belum bernapas, maka Anda pun akan terjaga tiba-tiba untuk mengambil napas. Anda mengambil napas di udara dan mulai tidur lagi.
Siklus ini dapat terus berlangsung sepanjang malam: Anda bernapas tenang, Anda mendengkur, Anda memiliki jeda nafas, Anda terbangun megap-megap, dan Anda mulai bernapas lagi. Banyak orang yang mengalami puluhan atau ratusan peristiwa sleep apnea dalam semalam. Ini berarti puluhan atau ratusan kali gangguan tidur. Anda tidak bisa mendapatkan tidur nyenyak yang Anda butuhkan agar sehat.

Gejalanya:

  • Merasa sangat ngantuk sepanjang hari, tanpa tahu penyebabnya
  • Mendengkur dan berhenti bernapas saat tidur

Penyebab Sleep Apnea:

  • Otot tenggorokan terlalu santai (kendor) sehingga menutupi saluran napas
  • Lidah atau jaringan lemak menutupi saluran napas
  • Saluran napas sempit

Siapa saja yang bisa terkena Sleep Apnea?

  • Laki-laki
  • Lebih tua dari 40 tahun
  • Kegemukan
  • Memiliki: leher besar/tebal, amandel besar, lidah besar, tenggorokan kecil, dagu melipat ke dalam, atau keluarga beriwayat sleep apnea

Akibat dari penyakit gangguan tidur ini dapat menimbulkan masalah yang serius baik dari sisi kesehatan, maupun jiwa.

  • Seseorang yang menderita sleep apnea berisiko terkena penyakit kardiovaskuler. Gangguan pernapasan yang sering terjadi pada malam hari menciptakan kekurangan oksigen yang dapat merusak otak, jantung dan organ lainnya.
  • Karena tidak cukup tidur, tubuh seringkali membutuhkan karbohidrat ekstra. Penderita sleep apnea kemudian akan banyak makan sehingga cenderung lebih gemuk. Kegemukan adalah faktor risiko berbagai penyakit.
  • Penderita sleep apnea merasa mengantuk, selalu lelah, sakit kepala, sulit berkonsentrasi dan kehilangan memori di siang hari karena tubuh dan otak tidak cukup tidur. Hal ini dapat berisiko kecelakaan bila penderitanya mengoperasikan mesin atau kendaraan.
  • Penyakit ini dapat menyebabkan kematian mendadak karena jantung tiba-tiba berhenti.

Bagaimanakah Pengobatan Sleep Apnea?

Sleep apnea tidak ada obatnya. Orang yang memiliki sleep apnea ringan dapat terbantu dengan menurunkan berat badan, perawatan gigi atau operasi amandel (jika penyebabnya adalah pembesaran amandel).
Perawatan yang paling efektif bagi penderita apnea parah (yang mengalami lebih dari 30 kali jeda napas per jam) adalah Continuous Positive Airway Pressure/CPAP. Ini adalah perangkat dengan masker hidung yang terhubung ke mesin generator aliran udara.
Dari mesin generator, udara dipompa melalui hidung atau mulut untuk memastikan bahwa saluran napas selalu terbuka sepanjang malam. Tidur dengan CPAP memang tidak menyenangkan, namun itulah satu-satunya perawatan yang seringkali dapat menyelamatkan nyawa.
Sumber: Kaskus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar